Rencana Akuisisi Besar Sektor Fintech, Stripe dan Advent International Tawar PayPal Senilai US$ 53 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Perusahaan pembayaran Stripe bersama perusahaan ekuitas swasta Advent International mengajukan penawaran bersama untuk mengakuisisi PayPal Holdings Inc senilai US$ 60,5 per lembar saham.
Menurut dua orang sumber yang dikutip Reuters, Rabu (15/7/2026), kesepakatan ini akan memungkinkan keduanya membeli perusahaan pelopor pembayaran digital global ini seharga US$ 53 miliar. Penawaran yang diajukan awal bulan ini didukung oleh komitmen pendanaan dari perbankan sekitar US$ 50 miliar.
Angka penawaran tersebut mencerminkan premi sekitar 28% terhadap harga penutupan saham PayPal pada hari Selasa. Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan pasar saham Nasdaq, Selasa, 14 Juli 2026, saham PayPal (NASDAQ: PYPL) ditutup di harga US$47,37 per lembar.
Pihak PayPal, Stripe, dan Advent sendiri menolak memberikan komentar terkait diskusi yang bersifat rahasia ini.
Pengajuan penawaran ini dilakukan menyusul pendekatan awal sejak awal April lalu. Hingga saat ini, Stripe dan Advent belum menerima tanggapan dari pihak PayPal, namun keduanya berniat melanjutkan diskusi dalam beberapa pekan mendatang.
Berdasarkan proposal yang diajukan, Stripe dan Advent akan memiliki PayPal secara bersama dengan porsi saham yang setara, alih-alih memecah perusahaan tersebut menjadi entitas terpisah.
Meskipun demikian, sumber menegaskan bahwa belum ada kepastian apakah pendekatan ini akan menghasilkan transaksi final atau tidak.
Perjuangan PayPal
Didirikan pada akhir 1990-an, PayPal merupakan salah satu pemain awal dalam pembayaran digital. Namun, perusahaan kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari para rival seperti Apple Pay dan Google Pay yang terus mengikis pangsa pasar PayPal. Manajemen sendiri telah menghabiskan beberapa tahun terakhir bergulat dengan perlambatan pertumbuhan, yang menyapu bersih sebagian besar nilai perusahaan yang sempat melonjak selama masa pandemi.
Baca Juga
Industri Fintech Indonesia Masuki Fase Pendewasaan, Lima Transisi Ini Jadi Penentu Daya Saing
Kapitalisasi pasar PayPal yang sempat memuncak di angka US$ 360 miliar pada tahun 2021, merosot hingga ke titik terendah sekitar US$ 36 miliar pada tahun ini, dengan kehilangan lebih dari 40% nilai pasarnya dalam 12 bulan terakhir.
Untuk mengatasi situasi tersebut, CEO PayPal Enrique Lores yang mulai menjabat pada bulan Maret telah memulai langkah perbaikan menyeluruh demi menyederhanakan penyedia layanan pembayaran ini dan menajamkan fokus pertumbuhannya.
Pada bulan April, PayPal membagi operasinya menjadi tiga unit terpisah yang mencakup unit checkout, layanan keuangan konsumen Venmo, serta unit pembayaran dan kripto bersamaan dengan serangkaian perubahan manajemen.
Pada bulan Mei, Lores juga menguraikan rencana pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk merampingkan operasional perusahaan dan menghapus duplikasi tenaga kerja. Inisiatif efisiensi tersebut diperkirakan mampu menghemat sekitar US$ 1,5 miliar dalam dua hingga tiga tahun ke depan, yang kemudian akan diinvestasikan kembali untuk mendorong pertumbuhan baru.
Langkah pembenahan ini mulai menunjukkan hasil di mana pendapatan PayPal naik 7% menjadi US$ 8,35 miliar pada kuartal pertama, dengan total volume pembayaran melonjak 8% menjadi sekitar US$ 464 miliar.
Jika transaksi akuisisi atas PayPal ini benar kejadian, maka akan menambah panjang aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di sektor pembayaran global yang sedang marak akibat perubahan cepat teknologi finansial dan maraknya AI.
Banyak perusahaan pembayaran kini mencari skala bisnis yang lebih besar serta eksposur ke segmen yang tumbuh lebih cepat seperti pembayaran lintas batas dan antar-bisnis (B2B).
Sebagai contoh, pada tahun 2025 Global Payments sepakat mengakuisisi Worldpay dari FIS dan GTCR senilai US$ 24,25 miliar.
Tren ini juga diramaikan oleh kesepakatan yang lebih kecil seperti akuisisi Payoneer Global oleh Nuvei senilai US$ 2,75 miliar, serta rencana Mastercard yang sedang menjajaki penjualan mayoritas saham anak usahanya di Inggris, Vocalink.
Di sisi lain, Stripe sebagai pihak penawar merupakan salah satu perusahaan privat paling bernilai di industri ini yang memiliki valuasi mencapai US$ 159 miliar berdasarkan penawaran tender pada Februari 2026 lalu.

