Wall Street Rebound, Indeks Nasdaq Melesat Hampir 2% Didorong Saham Chip
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (19/6/2026) WIB. Wall Street berhasil bangkit setelah mengalami tekanan tajam sehari sebelumnya akibat sinyal kebijakan hawkish dari Federal Reserve.
Indeks S&P 500 naik 1,08% dan ditutup di level 7.500,58, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,91% menjadi 26.517,93. Dow Jones Industrial Average juga berhasil mengakhiri sesi di zona hijau dengan kenaikan 72,15 poin atau 0,14% ke level 51.564,70.
Baca Juga
Sinyal The Fed Tekan Wall Street, Indeks Dow Jones Anjlok 500 Poin
Penguatan pasar dipimpin sektor semikonduktor yang kembali menjadi motor utama reli saham teknologi.
Intel Jadi Bintang Pasar
Saham Intel melonjak 10,6% setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan Apple dalam pengembangan dan desain chip di Amerika Serikat.
Sentimen positif tersebut menular ke sektor semikonduktor secara keseluruhan. Saham Nvidia naik sekitar 3%, sementara Micron Technology melonjak hampir 9%.
ETF sektor semikonduktor iShares Semiconductor ETF (SOXX) bahkan melesat lebih dari 6%. Kenaikan tersebut membantu menghapus sebagian besar kerugian yang terjadi setelah rapat Federal Reserve sehari sebelumnya.
Optimisme AI Kembali Mendominasi
Chief Executive Officer The Wealth Alliance, Robert Conzo, mengatakan investor mulai melihat potensi kerja sama yang lebih luas antarperusahaan teknologi dalam membangun infrastruktur kecerdasan buatan.
Menurutnya, kolaborasi Apple dan Intel dapat menjadi gambaran mengenai arah industri teknologi di masa depan. "Ada optimisme yang lebih besar terhadap perusahaan-perusahaan yang bekerja sama karena kebutuhan infrastruktur AI dan dampaknya terhadap banyak industri yang saling bersaing," kata Conzo, seperti dikutip CNBC.
Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut kemungkinan hanya awal dari tren yang lebih besar dalam ekosistem AI global.
Reli Wall Street terjadi meskipun Federal Reserve mengirimkan sinyal yang lebih ketat terhadap inflasi.
Pada rapat pertamanya sebagai ketua The Fed, Kevin Warsh mempertahankan suku bunga tetapi menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga. Selain itu, sembilan dari 18 pejabat The Fed kini memperkirakan suku bunga dapat naik pada 2026.
Baca Juga
Sinyal The Fed Guncang Pasar, Ini 5 Pesan Penting dari Rapat Perdana Era Kevin Warsh
Warsh juga berulang kali menegaskan komitmen bank sentral terhadap pengendalian inflasi, sebuah nada yang dinilai jauh lebih hawkish dibandingkan harapan pasar sebelumnya.
Namun investor tampaknya mulai fokus pada faktor fundamental ekonomi yang masih kuat. Conzo menilai ketidakpastian memang masih tinggi, tetapi sejumlah indikator menunjukkan prospek ekonomi tetap positif.
"Kinerja laba perusahaan yang kuat, data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan, dan angka penjualan ritel yang solid memberikan fondasi yang cukup kuat bagi pasar," ujarnya.
Secara mingguan, S&P 500 naik 0,9% dan mencatat kenaikan pada 11 dari 12 pekan terakhir. Dow Jones menguat 0,7%, sementara Nasdaq melonjak 2,4%, menegaskan bahwa minat investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan masih menjadi tema dominan di pasar keuangan global.
