Jauh Melampaui Ekspektasi, Lapangan Kerja AS Mei Bertambah 172.000
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun ekonomi global masih menghadapi tekanan inflasi dan tingginya biaya energi. Data terbaru menunjukkan jumlah lapangan kerja baru pada Mei jauh melampaui ekspektasi pasar, memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum memiliki alasan mendesak untuk memangkas suku bunga.
Baca Juga
Payroll AS Lampaui Ekspektasi, tapi Sinyal Pelemahan Ekonomi Mulai Membayangi
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), Jumat (5/6/2026), melaporkan nonfarm payrolls atau jumlah pekerja di luar sektor pertanian bertambah 172.000 pada Mei. Angka tersebut jauh di atas perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 80.000 pekerjaan.
Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di level 4,3%, sesuai dengan perkiraan pasar.
Kinerja pasar tenaga kerja yang kuat didukung oleh sejumlah sektor utama. Industri rekreasi dan perhotelan mencatat penambahan 70.000 pekerjaan, jauh di atas rata-rata bulanan setahun terakhir. Pemerintah daerah menambah 55.000 pekerja, sementara sektor kesehatan menciptakan 35.000 pekerjaan baru dan layanan sosial bertambah 12.000 posisi.
Upah rata-rata per jam naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 3,4% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi Wall Street.
Ekonom PNC, Gus Faucher, mengatakan pasar tenaga kerja saat ini lebih kuat dibandingkan tahun lalu dan belum menunjukkan tanda-tanda membutuhkan stimulus tambahan.
“Ini adalah pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada tahun lalu dan terlihat sangat solid, meskipun harga energi tinggi dan inflasi secara umum lebih tinggi,” beber Gus Faucher, seperti dikutip CNBC
Data tersebut juga diperkuat revisi ke atas untuk bulan-bulan sebelumnya. Penambahan tenaga kerja April direvisi naik menjadi 179.000 dari laporan awal, sedangkan Maret direvisi menjadi 214.000 pekerjaan.
Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, menyebut laporan ini sebagai sinyal berakhirnya periode perlambatan perekrutan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Amerika kembali aktif merekrut tenaga kerja.
Kuatnya pasar tenaga kerja menjadi tantangan bagi investor yang berharap Federal Reserve segera memangkas suku bunga. Selama beberapa bulan terakhir, bank sentral AS lebih fokus pada pengendalian inflasi yang masih berada di atas target.
Baca Juga
Inflasi Inti PCE AS Sentuh 3,3%, The Fed Diperkirakan Tetap Tahan Suku Bunga
Ellen Zentner, Kepala Strategi Ekonomi Morgan Stanley Wealth Management, menilai laporan ketenagakerjaan terbaru membuat The Fed semakin nyaman mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Meski demikian, tidak ada indikasi tekanan inflasi baru yang dapat memicu kenaikan suku bunga tambahan.
Prospek ekonomi AS juga masih relatif solid. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 1,6% secara tahunan pada kuartal pertama, sementara estimasi Federal Reserve Atlanta menunjukkan pertumbuhan kuartal kedua berpotensi mencapai sekitar 3%.
Meski demikian, pasar saham bereaksi negatif terhadap data tersebut karena investor menilai peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil. Imbal hasil obligasi pemerintah AS pun melonjak setelah laporan dirilis.

