Wall Street Pecah Rekor Lagi, Dow Melonjak Lebih 200 Poin, S&P 500 Tembus 7.600 Pertama Kali
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham Amerika Serikat menguat pada Selasa waktu AS atau Rabu (3/6/2026) WIB. Wall Street kembali mencatat sejarah dan memecahkan rekor, dengan indeks S&P 500 menembus level psikologis 7.600 untuk pertama kalinya dan ditutup pada rekor tertinggi baru.
Indeks S&P 500 naik 0,13% ke level 7.609,78. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 228,91 poin atau 0,45% menjadi 51.307,79. Nasdaq Composite juga naik tipis 0,03% menjadi 27.093,90.
Baca Juga
Wall Street Terus Pecah Rekor meski Timur Tengah Memanas, Nvidia Jadi Motor Penggerak Pasar
Penguatan pasar terjadi ketika investor terus memantau perkembangan terbaru hubungan AS-Iran sekaligus mempertahankan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan yang masih menjadi pendorong utama reli pasar.
Marvell dan HPE Jadi Bintang
Salah satu sorotan utama datang dari Marvell Technology yang melesat 32%.
Katalis utama kenaikan tersebut berasal dari pernyataan CEO Nvidia, Jensen Huang, yang menyebut Marvell berpotensi menjadi perusahaan teknologi bernilai US$1 triliun berikutnya.
Menurut Huang, kebutuhan konektivitas data center akan terus meningkat seiring berkembangnya sistem komputasi AI skala besar.
"Ketika komputasi didistribusikan ke seluruh pusat data, konektivitas menjadi elemen yang sangat penting. Karena itulah Marvell menjadi sangat esensial," ujar Huang.
Indeks Philadelphia Semiconductor pun melonjak hampir 6%.
Selain itu, saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) melesat lebih dari 19% setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan yang lebih kuat dari ekspektasi pasar dan menaikkan panduan kinerja setahun penuh.
Di sisi lain, Alphabet menjadi salah satu beban terbesar bagi S&P 500 setelah sahamnya turun hampir 4%.
Penurunan terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana penghimpunan dana sebesar US$80 miliar melalui penjualan saham guna mendanai ekspansi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan. Program tersebut mencakup investasi senilai US$10 miliar dari Berkshire Hathaway.
Meski demikian, kekuatan sektor semikonduktor dan AI berhasil menjaga momentum positif pasar secara keseluruhan.
Risiko Iran Masih Membayangi
Di tengah euforia AI, investor tetap mengawasi perkembangan Timur Tengah.
Harga minyak melanjutkan kenaikan setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan Washington melalui mediator serta berencana memblokade penuh Selat Hormuz.
Media Tasnim juga menyebut tidak akan ada dialog dengan Amerika Serikat hingga Israel menghentikan seluruh operasi militernya di Lebanon dan Gaza serta menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.
Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Donald Trump mengatakan dirinya tidak terlalu peduli jika negosiasi damai dengan Iran berakhir. Namun dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung dengan cepat dan produktif.
Baca Juga
Menurut David Krakauer, Vice President Portfolio Management Mercer Advisors, pasar saat ini masih menunjukkan ketahanan yang kuat.
"Semua orang berharap ada kesepakatan dengan Iran. Namun sejauh ini kondisi pasar terlihat cukup stabil," ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Meski demikian, Krakauer mengingatkan bahwa reli pasar yang terlalu bergantung pada segelintir saham teknologi berkapitalisasi besar dapat meningkatkan risiko konsentrasi bagi investor dalam beberapa bulan mendatang.

