Timor Leste Gelar Karpet Merah untuk Investor Asal Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Timor-Leste menggelar karpet merah alias memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas investasi kepada para investor asal Indonesia agar mereka menanamkan modal di berbagai sektor strategis. Salah satu proyek yang segera direalisasikan adalah pembangunan hotel bintang lima oleh grup investor Indonesia.
Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta mengungkapkan, proses penyediaan lahan untuk proyek hotel mewah tersebut telah memasuki tahap akhir. Investasi ini menjadi salah satu tonggak baru penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
"Kami akan membangun hotel bintang lima. Penandatanganan dengan grup investor Indonesia akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan," ujar Ramos-Horta usai menjadi pembicara kunci dalam forum yang diselenggarakan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
Sejak kembali menjabat pada 2022, Ramos-Horta menempatkan peningkatan investasi dan penguatan kemitraan ekonomi dengan Indonesia sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. “Hubungan ekonomi dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga terus dipererat, mengingat kedekatan geografis dan historis kedua wilayah,” tutur dia.
Tak hanya sektor perhotelan dan pariwisata, peraih Nobel Perdamaian itu juga mengundang pelaku usaha Indonesia untuk menggarap peluang investasi di bidang pangan, maritim, dan peternakan. Timor-Leste memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya rumput laut, lobster, kepiting, hingga peternakan sapi.
"Kami ingin lebih banyak investasi, termasuk di sektor perhotelan. Kami juga mengundang investor dari NTT dan Jakarta untuk mengembangkan budidaya rumput laut, lobster, kepiting, serta peternakan sapi," ujar dia.
Salah satu proyek yang telah berjalan, kata Ramos-Horta, adalah pengembangan peternakan sapi di Suai, wilayah Timor-Leste yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Dalam skema tersebut, sapi didatangkan dari Brasil untuk digemukkan di Suai sebelum diekspor ke pasar Indonesia.
Ramos-Horta menilai peluang investasi Indonesia di negaranya sangat besar, sejalan dengan eratnya hubungan ekonomi kedua negara. Saat ini, sekitar 70% aktivitas perdagangan di Timor-Leste ditopang produk dan perusahaan asal Indonesia.
Dia menjelaskan, berbagai perusahaan besar Indonesia, termasuk Pertamina dan Telkomsel, telah memiliki jejak bisnis yang kuat di Timor-Leste. Produk-produk Indonesia juga mendominasi pasar lokal hingga menjangkau wilayah perdesaan.
Baca Juga
Indonesia-Timor Leste Kerja Sama Perkuat Peran Koperasi Desa
"Ke mana pun Anda pergi di Timor-Leste, dari Dili hingga desa-desa, Anda akan menemukan Pop Mie, Aqua, pakaian, sepatu, sepeda motor, traktor, dan berbagai produk Indonesia lainnya. Perdagangan dengan Indonesia sangat masif," papar dia.
Kedekatan kedua negara, menurut Ramos-Horta, tidak hanya tecermin dalam hubungan ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan budaya. Masyarakat Timor-Leste sangat akrab dengan berbagai produk budaya populer Indonesia, dari tayangan televisi hingga musik.
"Tadi malam atau beberapa hari lalu ada konser besar Iwan Fals di Timor-Leste. Beliau sangat populer di sana. Hubungan antara kedua negara memang sangat kuat," tegas Ramos-Horta.
