Tinggalkan Beijing, Trump-Xi Sepakat Menjaga Stabilitas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Beijing, Jumat (15/5/2026), setelah menyelesaikan dua hari pertemuan intensif dengan Presiden China Xi Jinping yang didominasi pembahasan perang Iran, perdagangan, energi, Taiwan, hingga pembelian pesawat Boeing. Laporan CNBC yang dipublikasikan Jumat (15/5/2026) pukul 01.20 EDT atau sekitar pukul 12.20 WIB menyebut kunjungan Trump ke Beijing merupakan lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade terakhir. Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global akibat konflik AS-Israel versus Iran dan ancaman terhadap jalur energi dunia di Selat Hormuz.
Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping menyatakan AS dan China sepakat membangun kerangka “stabilitas strategis” untuk tiga tahun ke depan. Pernyataan itu disampaikan media pemerintah China setelah kedua negara membahas hubungan bilateral, keamanan kawasan, hingga pengawasan ekonomi dan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, Trump mengklaim China sepakat membeli minyak dari AS serta memesan 200 pesawat dari Boeing. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga menegaskan hubungan dagang kedua negara masih akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.
“Pertanyaan utamanya adalah seberapa matang kesepakatan yang ingin dicapai Trump untuk benar-benar direalisasikan,” ujar Ryan Fedasiuk dari American Enterprise Institute seperti dikutip CNBC. Menurutnya, banyak agenda besar AS-China yang masih membutuhkan negosiasi lanjutan.
Trump bahkan mengundang Xi Jinping melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada 24 September 2026. Undangan itu diumumkan Trump saat jamuan makan malam kenegaraan di Beijing pada Kamis malam waktu setempat. Namun hingga Jumat, pemerintah China belum memberikan konfirmasi resmi apakah Xi akan menerima undangan tersebut.
Media pemerintah China hanya menyebut Trump berharap pembicaraan dapat berlanjut di Washington DC. Selain itu, kedua pemimpin diperkirakan kembali bertemu dalam forum APEC 2026 di Shenzhen pada November dan forum G20 Summit 2026 di Florida pada Desember mendatang.
Baca Juga
Harga Melonjak Usai Xi Jinping Sepakat Membeli Minyak dari AS
Direktur studi politik internasional dari Chinese Academy of Social Sciences, Hai Zhao, mengatakan perhatian kini tertuju pada kemungkinan kunjungan Xi Jinping ke AS pada September nanti. Menurutnya, kunjungan tersebut kemungkinan akan berstatus kunjungan kenegaraan penuh sebagai balasan atas lawatan resmi Trump ke China.
Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak perang Iran terhadap ekonomi dunia. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa isu pembukaan Selat Hormuz dan keamanan pasokan energi menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan kedua pemimpin.
Sementara BBC News menyoroti bahwa China sangat berkepentingan menjaga stabilitas Timur Tengah karena ketergantungan tinggi terhadap impor energi dari kawasan Teluk. Sedangkan The New York Times menyebut pembicaraan Trump-Xi juga menjadi upaya meredam ketegangan geopolitik yang berpotensi memperburuk perlambatan ekonomi global dan gangguan rantai pasok internasional.
Kunjungan Trump ke Beijing sekaligus memperlihatkan rivalitas AS-China tetap berjalan berdampingan dengan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi global, terutama di tengah tekanan perang, harga energi, dan ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat.

