Bursa Eropa di Zona Merah, Ketegangan Hormuz Tekan Pasar
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada awal pekan, Senin (21/4/2026). Investor khawatir eskalasi ketegangan antara Donald Trump dan Iran dapat menggagalkan gencatan senjata yang masih rapuh.
Baca Juga
Serangan dan Penyitaan Kapal Iran oleh AS Membawa Gencatan Senjata ke Titik Kritis
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,9%, dengan bursa utama berada di zona merah. Hampir seluruh sektor berada di jalur negatif, kecuali sektor energi.
Ketegangan meningkat setelah Trump mengungkapkan bahwa kapal perang Angkatan Laut AS menembaki dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman sebelum akhirnya disita oleh pasukan Marinir. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran dilaporkan menyerang kapal komersial yang melintas di jalur strategis tersebut.
Langkah tersebut mempertegas blokade laut yang dilakukan AS terhadap pelabuhan Iran—kebijakan yang oleh Teheran dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata. Dampaknya, Iran membatalkan rencana perundingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Islamabad.
Situasi semakin memanas setelah Trump melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran jika Teheran tidak menyetujui syarat Washington. Gencatan senjata yang ada pun diperkirakan akan berakhir dalam pekan ini.
Sebelumnya, Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat, namun kembali membatasi lalu lintas kapal sehari kemudian dengan alasan AS tidak memenuhi kewajibannya.
Baca Juga
Bursa Eropa Melonjak Usai Iran Buka Selat Hormuz, Saham Energi Jatuh, Saham ‘Travel’ Pimpin Reli
Sektor travel dan leisure menjadi yang paling terpukul, turun 2,5% setelah sebelumnya melonjak. Maskapai Lufthansa jatuh 3,4%, EasyJet turun 3,1%, dan TUI merosot 3,1%.
Sebaliknya, saham energi justru menguat seiring lonjakan harga minyak. BP naik 3%, TotalEnergies menguat 1,8%, dan Shell naik 2,4%.
Harga minyak mentah Brent melonjak 5,4% ke level sekitar US$ 95,20 per barel, sementara WTI naik 5,7% menjadi US$ 88,62 per barel.
Di sektor perbankan, UniCredit turun 2,5% setelah CEO Andrea Orcel mengumumkan rencana merger dengan Commerzbank, yang justru sahamnya naik 1,8%.

