Perencana Keuangan: Belajar Investasi Sejak Dini, Pahami, dan Jangan Ikut-ikutan!
JAKARTA, investortrust.id - Investasi sejak dini dianggap menjadi hal yang penting namun tidak boleh salah kaprah, apalagi ikut-ikutan. Pasalnya investasi dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengakselerasi pencapaian tujuan hidup.
Certified Financial Planner, CHRP, Consultant dari OneShildt Financial Independence, Ully Safitri menekankan investasi harus dilakukan secara tepat dan tidak boleh sekedar ikut-ikutan, mengingat kondisi ekonomi saat ini cukup bergejolak.
"Kalau bicara investasi yang pertama adalah satu, ada uang 'dingin' tidak untuk diinvestasikan gitu, karena saya lihat banyak anak-anak muda sekarang yang dipunya bukan uang dingin," kata Ully kepada investortrust.id, di Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Dia juga menyinggung banyak juga orang yang berinvestasi namun langsung ke investasi kelas atas, seperti saham hingga kripto. "Di Indonesia seringkali ikut-ikutan atau FOMO, padahal kalau berbicara investasi itu adalah lihat dulu profil resikonya apa," tegasnya.
Baca Juga
Deposito Emas Pegadaian Jadi Calon Primadona Pilihan Untuk Berinvestasi
Investasi Konvensional
Untuk pemula, Ully menyarankan untuk memulai investasi secara konvensional, seperti deposito berjangka atau emas batangan. Jika dirasa semuanya sudah terpenuhi barulah berusaha untuk melatih uang bekerja dengan sendirinya.
"Investasi bukan hanya tentang menabung, tetapi juga membiarkan uang bekerja untuk menghasilkan keuntungan. Misalnya, hasil imbal dari suku bunga atau obligasi dapat dimasukkan kembali ke dalam deposito atau ditabung untuk membeli emas batangan. Dengan langkah ini, generasi muda dapat melatih kebiasaan mengelola portofolio investasi secara bertahap," ungkapnya.
Baca Juga
Ternyata Mayoritas Investor Indonesia Beli Kripto untuk Investasi Jangka Panjang
Perencana keuangan itu menyebut jika portofolio mulai berkembang, maka diversifikasi menjadi langkah penting. Di sini lah seseorang bisa mulai mempelajari instrumen yang lebih kompleks seperti saham atau reksa dana.
"Namun, sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami investment appetite atau tingkat kenyamanan terhadap risiko." harapnya.
Ully mengingatkan bahwa investasi tidak hanya membantu meningkatkan kekayaan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap inflasi dan mempersiapkan dana pensiun. Dengan memulai secara dini, generasi muda diharapkan punya Waktu lebih banyak untuk belajar dan mengembangkan strategi investasi yang efektif. (C-13)

