Risiko Kesehatan Bisa Gerus Keuangan, Allianz Bagikan 5 Langkah Financial Check Up
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Allianz Indonesia mengingatkan masyarakat untuk melakukan financial check up secara berkala guna memastikan kondisi keuangan tetap siap menghadapi berbagai risiko, terutama risiko kesehatan yang dapat menguras tabungan jika tak diantisipasi dengan perlindungan yang memadai.
Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengungkapkan, perencanaan keuangan tidak hanya bertujuan mengembangkan aset, tapi juga melindunginya ketika risiko terjadi.
“Financial check up menjadi kesempatan untuk meninjau kembali apakah dana darurat, perlindungan kesehatan, maupun target keuangan yang telah disusun di awal tahun masih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini," ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Kamis (30/7/2026).
Baca Juga
Allianz Indonesia Soroti Pentingnya Proteksi Kesehatan Anak Sejak Dini
Data Allianz Indonesia menunjukkan, sepanjang Januari-Juni 2026 perusahaan membayarkan klaim kesehatan sebesar Rp 1,8 triliun atau naik 4,17% secara year on year (yoy).
Lima penyakit dengan nilai klaim terbesar pada semester I 2026 yaitu kanker payudara Rp 77,6 miliar, diare Rp 50,4 miliar, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) Rp 34 miliar, penebalan dinding pembuluh darah arteri jantung Rp 328 miliar, serta infeksi bakteri lebih dari Rp 29,3 miliar.
Menurut Ni Made, kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko kesehatan tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga dapat mengganggu stabilitas keuangan jika masyarakat belum memiliki perencanaan dan perlindungan yang memadai.
Untuk membantu masyarakat menjaga ketahanan finansial, Allianz membagikan lima langkah financial check up. Pertama, memastikan dana darurat masih mencukupi, idealnya setara tiga hingga enam bulan pengeluaran.
Baca Juga
Allianz Indonesia Bayar Klaim Cedera dan Kecelakaan Rp 176,4 Miliar hingga Juni 2026
Kedua, mengevaluasi pengeluaran rutin yang berpotensi menjadi kebocoran keuangan. Ketiga, memastikan total cicilan tetap berada pada batas sehat, yaitu sekitar 30% dari pendapatan bersih.
Keempat, meninjau kembali kecukupan manfaat asuransi kesehatan agar biaya pengobatan tidak mengganggu tabungan maupun investasi. Terakhir, mengevaluasi target tabungan dan investasi agar tetap realistis sesuai kondisi keuangan saat ini.
“Financial check up yang dilakukan secara berkala, disertai perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan, dapat membantu masyarakat membangun ketahanan finansial sehingga berbagai rencana hidup tetap dapat berjalan meski menghadapi situasi yang tidak terduga,” kata Ni Made.

