Allianz Indonesia Soroti Pentingnya Proteksi Kesehatan Anak Sejak Dini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Memperingati Hari Anak Nasional, Allianz Indonesia mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan masa depan anak, di tengah tingginya risiko kesehatan yang mengintai.
Head of Product Allianz Syariah Indonesia Rina Triana mengungkapkan, kesiapan finansial menjadi kunci agar orang tua bisa fokus pada pemulihan anak saat sakit, tanpa terbebani biaya pengobatan atau terganggunya rencana masa depan keluarga.
“Bagi orang tua, ketika anak sakit, prioritas utama tentu adalah memastikan mereka memperoleh penanganan medis yang terbaik,” ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Senin (27/7/2026).
Baca Juga
Allianz Indonesia Bayar Klaim Cedera dan Kecelakaan Rp 176,4 Miliar hingga Juni 2026
Data Profil Statistik Kesehatan 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, 20,12% balita mengalami keluhan kesehatan, salah satunya proporsi tertinggi di antara kelompok usaha lain.
Selain itu BPS juga mencatat, sekitar separuh biaya kesehatan di Indonesia masih ditanggung langsung oleh keluarga tanpa dukungan asuransi, sehingga berisiko mengganggu rencana keuangan keluarga, termasuk dana pendidikan anak.
Sementara, data internal Allianz Indonesia memperkuat gambaran tersebut. Hingga semester I 2026, perusahaan mencatat lebih dari 119.000 tertanggung berusia 0-21 tahun. Sepanjang Januari-Juni 2026, tiga penyakit dengan klaim terbanyak pada kelompok usia ini adalah infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA (6.269 kasus), diare (2.536 kasus), dan infeksi tenggorokan (1.672 kasus).
Baca Juga
Allianz Indonesia Edukasi Ratusan Anak dan Orang Tua Soal Mitigasi Bencana
Rina menjelaskan, total klaim kesehatan yang dibayarkan untuk kelompok usia tersebut mencapai lebih dari Rp 212 miliar pada semester I 2026.
“Perlindungan kesehatan melalui asuransi dapat menjadi salah satu bentuk antisipasi agar keluarga memiliki dukungan finansial ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga,” katanya.
Rina menambahkan, perlindungan kesehatan bukan sekadar membiayai pengobatan, tapi juga menjaga stabilitas keuangan keluarga agar tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak tetap dapat tercapai.
“Karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan mempersiapkannya sedini mungkin, bukan ketika risiko sudah terjadi,” ucapnya.
