OJK Jawa Barat Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Melalui Investortrust Youth Seminar
BANDUNG, investortrust.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda, salah satunya melalui Investor Youth Seminar bertema ‘Meraup Cuan dari Saham Energi’ di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, beberapa waktu lalu.
Kegiatan itu bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar mengenai investasi dan pengelolaan keuangan sejak dini.
Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Herlina Hayati Emmi Sannidia Marpaung menyampaikan, literasi keuangan merupakan hal yang sangat penting, khususnya bagi mahasiswa yang merupakan calon investor di masa depan.
“Acara ini sangat bagus karena mengangkat topik literasi finansial yang penting bagi adik-adik mahasiswa. Sebagai calon investor, mahasiswa perlu memahami dasar-dasar investasi sebelum mulai menanamkan modal,” ujar Herlina, belum lama ini.
Baca Juga
Gerak Syariah 2026 Sukses Besar: Literasi Melejit 31%, Jangkau 8 Juta Orang
Menurut dia, sebagian besar mahasiswa masih mengandalkan uang dari orang tua sebagai sumber pemasukan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk bijak dalam mengelola tabungan, termasuk mempertimbangkan investasi sebagai salah satu cara mengembangkan dana atau minimal mempertahankan nilai.
Herlina menegaskan, mahasiswa harus menentukan tujuan investasi sebelum mulai langkah awal berinvestasi. “Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu apa tujuan dari investasi yang dilakukan. Setelah itu, perlu mempertimbangkan dua faktor utama, yaitu keuntungan dan risiko,” jelasnya.
Dia menekankan, investasi khususnya di pasar modal, tidak terlepas dari risiko yang bahkan bisa tergolong tinggi. Oleh karena itu, pemahaman yang matang sangat diperlukan sebelum mengambil keputusan.
Ia juga memperkenalkan berbagai jenis instrumen investasi yang dapat diakses mahasiswa, salah satunya reksa dana yang dinilai lebih terjangkau dan fleksibel. Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan pada investasi saham yang tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam kesempatan tersebut, Herlina mengingatkan pentingnya membaca prospektus sebelum berinvestasi di saham. Prospektus berisi informasi lengkap mengenai perusahaan penerbit efek, kinerja keuangan, hingga berbagai risiko yang mungkin dihadapi.
“Di dalam prospektus sudah dijelaskan berbagai risiko, mulai dari ketergantungan terhadap pemasok, bahan baku, hingga risiko hukum. Investor wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum berinvestasi,” tegasnya.
Baca Juga
Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda, PGE Kenalkan Peluang Investasi Saham di Sektor Energi Bersih
Ia juga menambahkan bahwa fluktuasi harga saham merupakan hal yang wajar, sehingga investor tidak dapat serta-merta menyalahkan pihak tertentu apabila mengalami kerugian.
Sebagai penutup, OJK mengingatkan mahasiswa untuk selalu berpegang pada prinsip “2L” dalam berinvestasi, yaitu legal dan logis. Legal berarti memastikan bahwa produk dan lembaga keuangan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sedangkan logis berarti menilai apakah keuntungan yang ditawarkan masuk akal.
“Pastikan investasi yang dipilih sudah berizin di OJK dan tawaran keuntungannya masuk akal. Jangan mudah tergiur, apalagi dengan maraknya pinjaman daring ilegal,” pungkasnya

