Akulaku Finance Bidik Penyaluran Pembiayaan Rp 8,2 Triliun di 2026, Tumbuh 12%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Akulaku Finance Indonesia menargetkan dapat mencatatkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp 8,2 triliun pada tahun 2026 atau tumbuh 12% secara tahunan dibandingkan realisasi 2025.
Presiden Direktur Akulaku Finance Perry Barman Slangor mengungkapkan, target tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur dan berfokus pada keberlanjutan profitabilitas. Menurut Perry, perusahaan turut berkomitmen menjaga kualitas aset dengan menargetkan rasio NPF net maksimal berada di 1,2% sepanjang tahun 2026, sejalan dengan prinsip manajemen risiko yang disiplin.
"PT Akulaku Finance secara strategis menempatkan sejumlah fokus pengembangan sebagai penggerak pertumbuhan di sepanjang 2026," ujar Perry dalam acara Media Gathering dan Ifthar 2026 bertajuk “Strengthening Impact” di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Untuk mendongkrak porsi pembiayaan offline, Perry menjelaskan bahwa perusahaan memfokuskan ekspansi merchant ke berbagai wilayah potensial di luar Pulau Jawa, khususnya pada kota-kota tier 2 dan 3 nasional.
Baca Juga
Laba Akulaku Finance Indonesia Melesat 66% Capai Rp 108 Miliar di 2025
Lebih lanjut, perusahaan berkomitmen memperdalam integrasi ekosistem digital dengan memperkuat berbagai kemitraan. Kolaborasi strategis dengan institusi perbankan juga terus dioptimalkan guna menekan biaya dana (cost of fund) serta memperkokoh struktur permodalan.
Lalu, PT Akulaku Finance Indonesia turut memperdalam dukungannya kepada pelaku usaha mikro dengan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan bisnis. Hal ini dilakukan guna membantu kelancaran operasional serta menjaga arus kas usaha tetap sehat.
"Di sisi lain, perusahaan menjaga fleksibilitas likuiditas jangka panjang dengan membuka peluang diversifikasi pendanaan, termasuk melalui skema offshore borrowing," jelas Perry.
Dari aspek teknologi, PT Akulaku Finance Indonesia turut berkomitmen memperdalam integrasi kecerdasan buatan (AI) dan advanced analytics. Langkah ini bertujuan untuk menajamkan akurasi credit scoring, memperkokoh sistem deteksi fraud secara instan, serta menciptakan pengalaman digital yang lebih baik bagi nasabah.
Baca Juga
Akulaku Finance Indonesia Bidik Kenaikan Pembiayaan Baru 52% di 2025
Lebih jauh, PT Akulaku Finance Indonesia optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar pembiayaan digital dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi strategis, manajemen risiko yang disiplin, serta penguatan infrastruktur digital dan pendanaan. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan nasional secara berkelanjutan.
Sebelumnya diberitakan, PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan pembiayaan baru senilai Rp 7,44 triliun di sepanjang tahun buku 2025 (unaudited). Realisasi penyaluran pembiayaan tersebut meningkat 23% secara tahunan jika dibandingkan tahun 2024.
Perry membeberkan bahwa pertumbuhan penyaluran pembiayaan ini didorong oleh ekspansi produk Buy Now Pay Later (BNPL) yang menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 89% dari keseluruhan portofolio. Menurut Perry, peningkatan realisasi penyaluran pembiayaan tersebut disertai dengan pertumbuhan profitabilitas yang signifikan.

