Akulaku Finance Indonesia Bidik Kenaikan Pembiayaan Baru 52% di 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Akulaku Finance Indonesia menargetkan dapat membukukan Rp 9,1 triliun pembiayaan baru pada tahun 2025, atau meningkat 52% dari tahun sebelumnya.
Hal itu diungkapkan Direktur Keuangan Akulaku Finance Indonesia Aan Setiawandi dalam acara Media Gathering dan Iftar bersama PT Akulaku Finance Indonesia yang bertajuk "Leading With Strenght: Finance With Impact" di Shangri-La, Jakarta (17/3/2025).
"Pertumbuhan 50% lebih ini sangat bisa dicapai dengan core business kami yang masih akan fokus di BNPL (Buy Now Pay Later)," ujar Aan.
Sejalan dengan hal itu, Aan menjelaskan bahwa BNPL kini menjadi alat transaksi pembayaran ketiga tertinggi setelah e-wallet dan transfer, yang di dalamnya termasuk virtual account.
"Bisnis BNPL juga akan terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan transaksi e-commerce, utilisasi kartu kredit yang turun ke 9,5% dari sebelumnya 15% di 2023," ungkap Aan.
Lebih lanjut, Aan menyebut, ada potensi 144 hingga 145 juta orang yang merupakan generasi milenial dan generasi Z yang menjadi segmen terbesar BNPL.
"Populasi gen Z 75 juta orang, sedangkan milenial 70 juta orang. Jadi sekitar 144 hingga 145 juta di kedua segmen, yang diharapkan menjadi market kami ke depan," kata Aan.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perusahaan berkomitmen menjalankan sejumlah strategi. Di antaranya meningkatkan ekspansi mitra, inovasi teknologi, mendiversifikasi sumber pendanaan, serta penguatan sinergi dengan ekosistem Akulaku Group baik dari sisi pendanaan maupun penawaran produk.
"Sejumlah strategi tersebut akan menjadi kunci dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," tutur Perry.
Melalui sejumlah strategi yang terukur dan eksekusi yang disiplin tersebut, Akulaku Finance Indonesia optimistis dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif dalam penyediaan layanan pembiayaan digital di Indonesia.
Baca Juga
Kinerja Pindar dan BNPL Diprediksi Naik Jelang Lebaran, OJK Harap Penyelenggara Bisa Kendalikan NPF
Berdasarkan data OJK per Februari 2025, sektor BNPL Indonesia secara konsisten mencatat pertumbuhan yang tinggi secara tahunan. Per Januari 2025, baki debet kredit BNPL tumbuh 46,45% yoy (Desember 2024: 43,76% yoy) menjadi Rp 22,57 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,44 juta (Desember 2024: 23,99 juta).
Sebagai tambahan informasi, sepanjang tahun fiskal 2024, perusahaan berhasil meraih normalisasi status pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator industri keuangan. Hal itu mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi.
Dalam periode tersebut, PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp 6 triliun. Adapun, pembiayaan senilai Rp 3,9 triliun tersalur pada paruh kedua tahun fiskal tersebut, yang menunjukan adanya pemulihan bisnis yang signifikan setelah normalisasi status pengawasan dari OJK.
Sementara itu, rasio non-performing financing (NPF) net tetap terkendali di level 1,1%, yang mencerminkan sehatnya kualitas penyaluran pembiayaan serta manajemen risiko yang solid.

