'Outstanding' Pembiayaan Haji Khusus Bank Mega Syariah Melesat 180% pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dengan masa tunggu yang lebih singkat, kinerja produk pembiayaan haji khusus Bank Mega Syariah (Flexi Mitra Mabrur) mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
“Berdasarkan data per 31 Desember 2025, outstanding pembiayaan Flexi Mitra Mabrur tercatat tumbuh lebih dari 180% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Alvonzo Ferary di Jakarta, Selasa (10/2/206).
Selain ekspansi pembiayaan yang solid, kualitas portofolio Flexi Mitra Mabrur juga terjaga dengan sangat baik. Seluruh pembiayaan tercatat berada pada kategori kolektibilitas 1 atau lancar, mencerminkan tingkat disiplin dan kualitas nasabah yang tinggi dalam memenuhi kewajiban pembayaran.
Baca Juga
“Pertumbuhan hingga 180% ini menunjukkan bahwa masyarakat melihat Flexi Mitra Mabrur sebagai solusi untuk mengatur cash flow dalam mempersiapkan ibadah haji khusus secara terencana,” kata Alvonzo.
Ia menjelaskan, produk tersebut menawarkan kemudahan bagi nasabah melalui layanan pengurusan pendaftaran porsi Haji Khusus yang dilakukan bersama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) rekanan yang aman dan terpercaya.
Selain itu, Flexi Mitra Mabrur juga menawarkan limit pembiayaan hingga Rp 65 juta per porsi dengan jangka waktu yang fleksibel hingga 36 bulan.
“Keamanan dan kenyamanan nasabah adalah prioritas kami. Oleh karena itu, kami memberikan coverage asuransi jiwa 100% bagi nasabah pembiayaan ini,” ucap Alvonzo.
Baca Juga
Bank Mega Syariah dan BNI Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp 870 Miliar ke PT Pandega Citra Niaga
Ke depan, ia optimistis segmen pembiayaan jasa, khususnya pembiayaan haji khusus, akan terus tumbuh positif. Melalui akad ijarah multijasa, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan pembiayaan yang transparan dan sesuai prinsip syariah.
“Pertumbuhan ini juga diiringi oleh peningkatan jumlah nasabah atau number of accounts (NoA) sebesar 168% secara year on year (yoy),” kata Alvonzo.

