Penurunan Biaya Transaksi Kripto Jadi Langkah Penting untuk Jaga Daya Saing
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Percakapan publik tentang aset kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia meningkat, namun berbanding terbalik dengan jumlah nilai transaksinya yang menurun sepanjang 2025. Untuk menjaga daya saing, penurunan biaya transaksi menjadi langkah penting.
Hasil riset Dataxet Sonar bertajuk Indonesia’s Crypto Outlook 2026 menunjukan, volume percakapan kripto di media sosial (medsos) meningkat 29,8% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025. Total keterlibatan (engagement) percakapan kripto di medsos mencapai 217,7 juta, sedangkan percakapan terkait blockchain 3,2 juta engagement dan Web3 sebanyak1,5 juta engagement.
“Sepanjang 2025, percakapan kripto di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Ini menggambarkan tingginya perhatian publik terhadap perkembangan kripto, Web3, dan blockchain,” ujar Head of Insight Dataxet Sonar, Prasetyo Katon dalam keterangan pers, Kamis (5/2/2026).
Kondisi itu, menurut Prasetyo, mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat publik dan aktivitas transaksi. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah biaya transaksi yang belum sepenuhnya efisien. Hal itu berpotensi mendorong sebagian pelaku pasar memindahkan aktivitas perdagangannya ke platform luar negeri.
Baca Juga
Sementara itu, bursa berjangka aset kripto CFX berencana memberikan keringanan biaya bagi anggotanya, yaitu pedagang aset keuangan digital (PAKD), dengan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02% yang bakal berlaku 1 Maret 2026.
Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto, Calvin Kizana menilai, langkah penurunan biaya transaksi sebagai strategi penting untuk menjaga daya saing pasar domestik sekaligus menekan risiko arus modal keluar.
“Ketika biaya transaksi dan pengalaman perdagangan di dalam negeri belum cukup kompetitif, pengguna bisa memilih bertransaksi di exchange luar negeri. Ini berpotensi menyebabkan capital outflow dan mengurangi likuiditas di pasar domestik,” kata dia.
Baca Juga
Pengawasan Pajak Kripto Diperkuat, DJP Tambah Daftar Negara AEOI-CRS Jadi 117 Yurisdiksi
Kebijakan keringanan biaya dari bursa, kata Calvin, bisa memberikan ruang bagi anggota PAKD untuk menghadirkan biaya yang lebih efisien bagi pengguna.
“Penurunan fee oleh CFX merupakan sinyal positif. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah di level bursa, PAKD punya ruang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat likuiditas, dan mendorong transaksi tetap terjadi di Indonesia,” ucap dia.
Menurut Calvin, tingginya percakapan publik mengenai aset kripto seharusnya dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan transaksi apabila ekosistem industri semakin kompetitif dan efisien.
“Tantangannya adalah memastikan industri dalam negeri mampu mengonversi minat itu menjadi aktivitas transaksi yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” tutur dia.

