Rupiah Melemah, BPKH Pastikan Pembiayaan Haji 2026 Tetap Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan kesiapan pembiayaan ibadah haji pada 2026 ini berjalan baik. Salah satunya terkait pengelolaan likuiditas melalui tiga mata uang, yakni rupiah, riyal Arab Saudi dan dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengungkapkan, BPKH juga telah mengantisipasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Untuk itu, pelemahan rupiah yang hampir menyentuh angka Rp 17.000 per dolar AS tidak akan berpengaruh terhadap pembiayaan haji pada periode tahun ini.
"Kami sudah mengantisipasi volatilitas nilai tukar dan menyiapkan pembayaran sesuai dengan masing-masing mata uang," ucap Fadlul kepada awak media yang dikutip Senin (26/1/2026).
Baca Juga
BPKH Siapkan Jurus Buat Kelola Dana Haji Jadi Lebih Berdampak
Fadlul memastikan, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) masih berada di level Rp 16.500 per dolar AS. Nilai tersebut dikarenakan BPKH telah mengumpulkan kebutuhan dolar AS sejak akhir tahun lalu.
"Tahun-tahun sebelumnya memang kita agak punya kendala dari sisi regulasi. Setelah kami koordinasi dengan Bank Indonesia, karena setiap melakukan pembelian yang besar atas mata uang asing, kita harus report ke Bank Indonesia," paparnya.
Baca Juga
Kampung Haji RI di Makkah Disiapkan Jadi Etalase Ekonomi Halal Global
Namun perlahan, Fadlul mengatakan, BPKH kini tidak perlu lagi melakukan pelaporan dokumen kepada Bank Indonesia untuk melakukan pembelian dalam volume yang besar terhadap mata uang asing.
"Ahirnya kami diperbolehkan untuk melakukan pembelian US dollar secara berpaham tanpa harus ada pelaparan lain yang harus disabir terlebih dahulu. Karena mereka sudah tahu setiap tahun kami harus menyediakan senilai Rp 18-20 triliun. Kurang lebih ya 80% dalam untuk mata uang asing," terang Fadlul.

