Naiknya Harga Emas Beri Peluang Positif bagi Industri Pergadaian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan harga emas berpotensi memberikan dampak positif bagi industri pergadaian, khususnya melalui peningkatan nilai taksiran jaminan yang dapat mendorong penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, kondisi tersebut membuka ruang bagi perusahaan pergadaian untuk meningkatkan perannya dalam mendukung akses pembiayaan yang inklusif.
“Kenaikan harga emas dapat memberikan peluang positif bagi industri pergadaian melalui peningkatan nilai taksiran jaminan yang memungkinkan eningkatan penyaluran pembiayaan bagi masyarakat,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, belum lama ini.
Meski begitu, Agusman menyatakan pentingnya manajemen risiko yang prudent, khususnya terkait volatilitas harga emas. Menurutnya, perusahaan pergaraian perlu menjaga diversifikasi agunan agar tidak terlalu bergantung pada satu jenis komoditas.
“Perusahaan gadai tetap perlu menjaga diversifikasi agunan untuk memitigasi risiko volatilitas harga emas,” katanya.
Baca Juga
Cetak Rekor Tertinggi, Emas Antam (ANTM) Sentuh Rp 2,703 Juta
Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) hari ini, Senin (19/1/2026), berada di level Rp 2.703.000 per gram, naik Rp 40.000 dibanding Sabtu (17/1/2026) yang berada di harga Rp 2.663.000.
Lebih lanjut, Agusman menambahkan bahwa tren kenaikan harga emas juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha bulion. Meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai berpotensi memperkuat ekosistem bulion di Indonesia.
Sejalan dengan itu, saat ini OJK juga tengah menyusun roadmap bullion nasional yang masih berada dalam tahap finalisasi bersama kementerian, lembaga, serta pelaku industri terkait.
“Roadmap bullion diharapkan dapat segera diterbitkan sebagai panduan strategis pengembangan ekosistem emas di Indonesia,” ucap Agusman.
Secara umum, ia menilai kinerja kegiatan usaha bullion di sektor jasa keuangan menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini sejalan dengan tren kenaikan harga emas global yang turut memperkuat minat masyarakat terhadap instrumen keuangan berbasis emas.
“Ke depan, roadmap bullion diharapkan dapat menjadi arah kebijakan yang lebih terintegrasi untuk memperkuat ekosistem emas, meningkatkan pendalaman pasar keuangan,” kata Agusman.
Serta, memperluas pilihan produk bagi masyarakat, meningkatkan pelindungan konsumen, dan juga mendorong kontribusi sektor bullion terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

