HUT Ke-130, BRI Lakukan Corporate Branding dan Tekankan 5 Nilai “Brilian Way”
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) resmi melakukan corporate rebranding bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130.
Rebranding ini menjadi bagian dari upaya BRI untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat transformasi bisnis dan budaya perusahaan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, perjalanan BRI selama 130 tahun merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari Purwokerto hingga kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. Memasuki tahun 2025, BRI memfokuskan diri pada akselerasi transformasi secara menyeluruh.
“Selama 130 tahun ini, perjalanan BRI sangat panjang. Ke depan, kami akan fokus pada akselerasi transformasi agar BRI tetap progresif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam Launching BRI Corporate Rebranding, di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga
Untuk melanjutkan perjalanan tersebut, lanjut Hery, BRI melakukan transformasi tidak hanya dari sisi bisnis dan enabler bisnis, tetapi juga dari sisi budaya perusahaan. BRI merumuskan budaya kerja baru yang disebut ‘Brilian Way', dengan lima nilai utama, yakni integrity, collaborative, accountability, growth mindset, dan customer focus.
“Di samping itu juga kita merumuskan rancangan fondasi kuat untuk transformasi, baik di sisi bisnis maupun enabler bisnis, kita mesti perhatikan funding franchise dari sisi bisnis, credit core bisnis kita seperti mikro dan SME kita bangun proses bisnisnya,” katanya.
Meski begitu, salah salah satu langkah paling penting dalam transformasi BRI adalah corporate rebranding. Langkah ini didasarkan pada hasil riset independen yang dilakukan oleh Kantar, Kadence, dan Nielsen.
“BRI perlu melakukan corporate rebranding agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.
Baca Juga
Riset tersebut, kata Hery menghasilkan tujuh insight utama, antara lain BRI dipersepsikan sebagai bank yang dipercaya dan mudah diakses namun terlalu bergantung pada citra ‘merakyat’, munculnya persepsi sebagai brand yang ‘tua’ di kalangan urban dan anak muda, layanan digital yang belum dianggap aspiratif.
Kemudian, koneksi emosional dengan brand masih lemah, identitas brand belum selaras dengan ekspektasi Gen Z, terjadi ketidakselarasan sistemik di berbagai sub brand. Brand architecture tidak konsisten dan terstruktur, less consider di segmen urban. Barrier to Entry ke segmen bisnis konsumer, kecil, menengah, dan HNWI.
“Kami ingin me-refreshbrand ini untuk mengubah cara pandang nasabah terhadap BRI agar lebih positif dan untuk melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, mungkin kita ingin juga bangun untuk semua orang dimanapun mereka ada,” ujar Hery.
Dalam wajah barunya, BRI mengusung gagasan besar untuk mendukung setiap ambisi nasabah di seluruh Indonesia, dengan karakter brand yang dipercaya namun progresif, ambisius namun penuh rasa hormat, aspiratif namun praktis, universal namun personal, serta berkelas dunia namun tetap sangat Indonesia.
“Hari ini BRI memberikan janjinya sebagai satu bank untuk semua masyarakat,” kata Hery.

