BWS Luncurkan KPR Bunga Fix 8,99% Tenor 20 Tahun, Tawarkan Kepastian Cicilan Jangka Panjang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) “Move In Quickly” dengan skema bunga tetap (fixed rate) 8,99% hingga 20 tahun. Program ini ditujukan untuk memberikan kepastian pembiayaan jangka panjang di tengah fluktuasi suku bunga acuan.
Di saat arah kebijakan moneter masih dinamis, BWS menawarkan solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah tanpa terbebani risiko kenaikan bunga floating di masa mendatang. Dengan tenor bunga tetap hingga dua dekade, nasabah memperoleh kepastian cicilan bulanan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Saham Emiten Bakrie Dipimpin BUMI Topang Rekor IHSG Pekan Ini, Asing Lanjut Masuk
Selain bunga tetap yang kompetitif, KPR “Move In Quickly” hadir dengan biaya provisi sebesar 1%, biaya administrasi Rp1 juta, serta ketentuan pelunasan dipercepat—baik sebagian maupun penuh—dengan biaya yang transparan.
Analis Panin Sekuritas Sarkia Adelia menilai bahwa skema KPR BWS tersebut memiliki keunggulan kompetitif di tengah pasar kredit properti yang mulai menggeliat kembali. Menurutnya, sebagian besar bank konvensional umumnya hanya menawarkan bunga tetap pada tiga hingga lima tahun pertama, sementara BWS berani memberikan bunga fix hingga 20 tahun.
“Kehadiran KPR dengan bunga tetap jangka panjang ini relevan dengan kondisi makro saat ini. Tekanan inflasi cenderung stabil, namun arah suku bunga global masih belum sepenuhnya pasti. Produk dengan bunga fix jangka panjang memberi kepastian bagi konsumen,” ujarnya.
Baca Juga
Jaga Kualitas Aset, Bank Woori Saudara (BWS) Perkuat Manajemen Risiko Kredit
Sarkia juga menilai margin bunga yang kompetitif mencerminkan keberanian BWS dalam membaca kebutuhan pasar. Selain itu, struktur biaya yang sederhana dan transparan dinilai menjadi nilai tambah bagi calon debitur.
“Nasabah semakin sensitif terhadap biaya tambahan dalam kredit perumahan. BWS menjaga komponen biaya tetap wajar dan jelas, sehingga memudahkan perencanaan keuangan keluarga, khususnya bagi pembeli rumah pertama,” tambahnya.
Sebagai informasi, KPR merupakan bagian dari segmen kredit konsumsi perbankan nasional. Pada Oktober 2025, kredit konsumsi perbankan tumbuh 6,9% secara year on year (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 7,3% yoy. Perlambatan tersebut dipengaruhi melemahnya permintaan kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor.
Menurut Sarkia, apabila minat terhadap KPR tetap terjaga dan stabilitas makroekonomi terus membaik, langkah BWS melalui produk KPR bunga tetap jangka panjang ini berpotensi membantu memperkuat kembali pasar kredit perumahan nasional yang saat ini tengah melambat.

