APPI Beberkan Tantangan Multifinance di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengungkapkan sejumlah tantangan bisnis industri multifinance di 2026.
Menurutnya, hingga saat ini tantangan yang dihadapi multifinance sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi stagnan, maka industri juga berpotensi stagnan.
“Tantangannya kembali lagi bagaimana kita bisa meyakinkan semua pihak untuk benar-benar memerangi tindak kejahatan yang terkait dengan komunitas-komunitas atau LSM (lembaga swadaya masyarakat) atau oknum-oknum agar tidak mengganggu bisnis,” ujar Suwandi, usai Pertemuan dan Apresiasi APPI, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Selain itu, lanjut dia, tantangan lain di industri multifinance masih seputar kurangnya literasi dan edukasi terhadap masyarakat, khususnya bagaimana bertransaksi secara benar.
”Membeli kendaraan itu ya dengan benar lah, ada BPKB (buku pemilik kendaraan bermotor), jangan beli (kendaraan) hanya STNK (surat tanda nomor kendaraan),” kata Suwandi.
Di tengah dinamika perekonomian yang masih berlangsung, APPI masih wait and see, serta belum bisa mengeluarkan proyeksi bisnis industri multifinance di tahun depan. Pasalnya, jika melihat proyeksi yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dan alat berat pertumbuhan bisnis masih relatif stagnan.
“Belum lagi kita sangat hati-hati. Yang saya khawatirkan kita jadi agak berat untuk bertumbuh, kan tahun ini saja mungkin kita akan tutup di sekitaran 1% (pertumbuhan pembiayaan), kemarin saja per September 2025 sudah 1,07%,” ucap Suwandi.
Di kondisi seperti sekarang ini, lanjut dia, industri mengedepankan penyaluran pembiayaan yang sehat, kualitas yang bagus, dan profit yang menguntungkan. Hal ini juga sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pembiayaan.
“Supaya masyarakat juga ikut membantu kami untuk menyampaikan kepada siapapun juga, janganlah bertransaksi secara tidak legal atau tidak legal atau tidak sesuai dengan kepatutan hukumnya,” ujar Suwandi.

