Lampaui Target 10%, APPI Sebut Pembiayaan Produktif Multifinance Tembus 35%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik maupun global, industri perusahaan pembiayaan (multifinance) mencatatkan capaian positif. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan, portofolio pembiayaan ke sektor produktif tembus lebih dari 35% atau jauh melampaui ketentuan minimum 10% yang ditetapkan regulator.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengungkapkan, pencapaian ini merupakan bentuk komitmen kuat industri multifinance terhadap penguatan pada sektor-sektor produktif nasional.
“Sampai dengan hari ini, APPI mencatat, dari total portofolio yang ada kita sudah memberikan ke sektor produktif hampir dan lebih dari 35%, secara aturan 10% (target). Bahwa kita sangat peduli ke sektor produktif dalam hal ini, dan itu dicatat sebagai hal yang positif oleh regulator dan pengawas kita,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Baca Juga
Suwandi juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi anggota APPI, khususnya terkait regulasi pembiayaan refinancing. Dari total 146 anggota APPI, tercatat sekitar 70 perusahaan mengalami hambatan dalam menyalurkan pembiayaan refinancing akibat kebijakan tertentu.
“Banyak dari kita, dan ini sudah didengar oleh regulator bahwa memang ada satu regulasi yang terkait dengan refinancing. Di mana, dari 146 anggota kita, ada 70 anggota yang saat ini mengalami hambatan untuk pembiayaan refinancing,” katanya.
Baca Juga
OJK Dorong Konsolidasi Industri 'Multifinance', Satu Permohonan 'Merger' Tengah Diproses
Di sisi bersamaan, ia menyoroti dan mendukung terus pentingnya peran regulator dalam menjaga stabilitas industri keuangan, termasuk multifinance.
“Apa yang kita capai di 2025 ini mungkin another glory yang sudah kita lakukan di 2022, 2023, bahkan 2024 pun kita masih mencapai (pertumbuhan), walaupun slightly below 10%. Tapi saya percaya bahwa dengan regulator yang mengawasi dan mengatur, kita akan jadi jauh lebih baik,” ucap Suwandi.

