OJK: Gen Z Penentu Arah Ekonomi, Tapi Rentan Terdampak Negatif Digitalisasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengingatkan pentingnya membekali generasi muda, khususnya Generasi (Gen) Z, dengan pengetahuan dan aktivitas positif agar siap menjadi penentu arah ekonomi di masa depan.
“Gen Z itu menjadi penentu arah perekonomian masa depan bangsa. Karena size-nya besar sekali, hampir 30% dari penduduk Indonesia itu adalah Gen Z. makanya kita harus siapkan,” ujarnya, dalam pembukaan Grand Final Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025, secara daring, Selasa (4/11/2025).
Menurut Friderica, meski Gen Z memiliki potensi luar biasa, mereka juga tergolong generasi yang rentan terhadap tekanan dan dampak buruk dari digitalisasi. Salah satu kebiasaan yang muncul di era sosial media (sosmed) adalah doom scrolling, yakni kebiasaan terus menerus scroll sosmed yang justru bisa menimbulkan kecemasan dan rasa tidak percaya diri.
“Katanya sekarang tuh ada anak muda namanya doom scrolling. Itu malah bukan kita jadi maju, tapi faktanya itu menimbulkan banyak kecemasan juga. Karena scrolling-scrolling melihat orang lebih cantik, lebih kaya, padahal banyak yang pakai filter atau hasil AI (artificial intelligence),” katanya.
Baca Juga
Friderica mendorong generasi muda untuk mengganti kebiasaan tersebut dengan kegiatan yang lebih produktif dan berprestasi. Ia menilai, karakter Gen Z yang mengedepankan nilai keadilan, keterbukaan, dan etika, sangat sejalan dengan prinsip ekonomi syariah.
Selain itu, ia juga menyoroti besarnya peluang ekonomi halal dan keuangan syariah di Indonesia maupun global. Negara-negara non muslim seperti Korea dan Jepang pun kini aktif mengembangkan wisata halal.
“Karena ini potensi sangat besar. Nah, apalagi di Indonesia juga dengan populasi segitu besar, potensi itu akan sangat terbuka,” ucap Friderica.
Untuk menangkap peluang tersebut, lanjut dia OJK terus mendorong kolaborasi antar lembaga jasa keuangan dan pelaku usaha, termasuk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) berbasis syariah.
“Di OJK juga bikin (program) untuk bagaimana grooming UMKM-UMKM yang berbasis syariah, dan lain-lain. Itu nanti tugas kita men-channel-kan dengan pelaku usaha jasa keuangan seperti dengan BSI, Pegadaian, Bank Jatim, dan lainnya,” ujar Friderica.

