Bentuk Dewan Penasihat Medis Mandiri, BRI Life Angkat 8 Tenaga Profesional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai komitmen untuk menjalankan kewajiban pemenuhan dewan penasihat medis atau medical advisory board (MAB), BRI Life membentuk dewan penasihat medis mandiri dengan mengangkat delapan tenaga profesional medis.
Direktur Utama BRI Life Aris Hartanto mengungkapkan, pembentukan ini sejalan dengan pemenuhan ketentuan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 7/SEOJK.05/2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan.
Menurutnya, keberadaan MAB memiliki peran strategis bagi perusahaan asuransi. Berfungsi sebagai penasihat dalam aspek medis, khususnya terkait kepatuhan medis dalam proses evaluasi klaim, underwriting, deteksi potensi fraud, dan memberikan rekomendasi atas risiko kesehatan calon tertanggung, hingga pengembangan produk asuransi.
“Terdapat empat dasar pentingnya MAB bagi industri asuransi jiwa. Pertama, kompleksitas industri asuransi kesehatan, yakni tingginya variasi kondisi medis pemegang polis dan risiko kesehatan membutuhkan pertimbangan profesional medis,” ujar Aris, dalam keterangan pers, Senin (20/10/2025).
Baca Juga
BRI Life Raih Dua Penghargaan International di Asian Experience Awards 2025
Kedua, lanjut dia, peran strategis MAB dalam manajemen risiko, di mana MAB dapat membantu perusahaan meminimalisasi risiko klaim tidak valid, fraud, serta memastikan keadilan dalam penentuan manfaat.
Selanjutnya, dengan penerapan dewan penasihat medis juga bertujuan agar perusahaan asuransi memiliki standar medis yang kuat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Terakhir, dengan adanya MAB juga meningkatkan kepercayaan customer dan mamperkuat kredibilitas perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan yang transparan dan akurat.
“Hal lain yang turut melatarbelakangi terbentuknya MAB di BRI Life ini adalah aspek klaim dan manfaat yang dicatatkan oleh BRI Life, khususnya pada dua tahun terakhir,” kata Aris.
Aris mengatakan, pembentukan MAB BRI Life ini merupakan langkah preventif untuk memberikan nasihat medis, mendukung pelaksanaan telaah utilisasi (utilization review), dan memberikan masukan terhadap kualitas layanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan nasabah BRI Life.
Ia melanjutkan, pembentukan MAB BRI Life bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan, tapi juga strategi agar operasional bisnis tetap berkelanjutan di tengah tekanan inflasi medis dan risiko klaim tinggi.
Baca Juga
BRI Life Raih Dua Penghargaan International di Asian Experience Awards 2025
Aris memastikan, dalam mendukung rancangan MAB tersebut, pihaknya telah didukung sistem teknologi informasi (TI) yang andal dan mumpuni, dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi potensi fraud yang kemungkinan terjadi.
Sementara itu, salah satu dokter spesialis syaraf yang tergabung dalam MAB BRI Life Nizar Yamanie menjelaskan, MAB terdiri dari para dokter spesialis dan profesional medis, akan berperan memberikan arahan, rekomendasi, serta dukungan strategis kepada manajemen BRI Life guna membantu proses pengambilan keputusan, memastikan kepatuhan terhadap praktik terbaik, serta menjaga standar kualitas layanan.
“Artinya, MAB akan mendukung operasional perusahaan asuransi lebih profesional, khususnya aspek medis yang sering menjadi dasar penentuan manfaat, penilaian risiko, serta validasi klaim dan biaya,” ucapnya.

