Menkeu Purbaya Ajak Danantara Dorong BTN Percepat Penyerapan Dana Pemerintah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong percepatan realisasi penyaluran dana pemerintah yang ditempatkan di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Hingga akhir September 2025, BTN telah menyalurkan Rp 10,5 triliun dari total penempatan dana sebesar Rp 25 triliun.
“Dia (Dirut BTN) bilang tadi masih Rp 10 triliun, tapi dia bilang akan lebih cepat untuk Rp 15 triliun itu,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, dikutip Selasa (14/10/2025).
Baca Juga
BTN Optimistis Kucuran Dana Pemerintah Rp25 Triliun Bakal Terserap Habis
Dengan capaian tersebut, BTN telah menyalurkan sekitar 42,5% dari total dana penempatan pemerintah. Purbaya menegaskan pentingnya percepatan agar dana tersebut segera mengalir ke sektor produktif. “Kalau dia (BTN) nggak bisa serap, ya kita akan pindahin dalam waktu dekat,” tegasnya.
Ia menambahkan akan mengajak BPI Danantara untuk bertemu dengan manajemen BTN guna membahas perkembangan penyaluran kredit dan pemanfaatan dana penempatan pemerintah.
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menjelaskan bahwa hingga September, BTN telah menyerap Rp 10,5 triliun dari total dana yang ditempatkan, dengan nilai yang sudah reimburse mencapai Rp4,5 triliun. “Tadi sudah saya laporin ke menteri. Kita mau rapi dulu datanya, baru kita reimburse sisanya,” ujar Nixon.
Baca Juga
BTN Baru Serap 19% Dana Pemerintah, Nilai Kredit KPR tak Sebesar Korporasi
Nixon menargetkan penyerapan dana pemerintah oleh BTN dapat rampung pada November 2025. Penyaluran kredit akan difokuskan pada sektor konsumer dan pembiayaan perumahan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan non-subsidi.
Ia mengakui, penyerapan dana pemerintah oleh BTN lebih kecil dibandingkan bank lain karena porsi pembiayaan korporasi BTN relatif terbatas. “Karena kita kan korporasinya nggak sebanyak mereka,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, hingga 9 Oktober 2025, Bank Mandiri telah menyerap 74% dari dana penempatan Rp55 triliun, Bank BRI menggunakan 62% dari jumlah yang sama, Bank BNI 50%, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menyalurkan 55% dari total dana Rp 10 triliun.

