IIF Dorong Proyek Infrastruktur Berkelanjutan dengan Strategi Investasi Selektif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) meraih penghargaan Most Trusted Partner In Infrastructure Finance Award dalam ajang Road CNBC Indonesia Awards 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Chief Investment Officer IIF, Mohammad Ramadhan Harahap (Idhan), pada Rabu (8/10/2025).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran IIF di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai mitra terpercaya dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia.
"Terima kasih, kami merasa terhormat atas penghargaan ini. Ini menunjukkan bahwa IIF dipercaya oleh klien-klien kami dan kami tetap berkomitmen sebagai katalis pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak baik terhadap lingkungan maupun perekonomian di Indonesia," ujar Idhan dalam siaran pers, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga
IIF Salurkan Rp42,5 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Strategis Indonesia
Sepanjang semester I 2025, IIF mencatat kinerja keuangan yang gemilang dengan laba bersih naik 27%, didorong oleh pendapatan bunga bersih yang melonjak 32,3% menjadi Rp255,1 miliar.
"Kuncinya adalah pengendalian biaya yang efektif. Kami berhasil mengefisienkan biaya umum dan administrasi hingga 22% lebih rendah dari anggaran, serta menurunkan biaya bunga sebesar 22%, sehingga profit meningkat," tambah Idhan.
IIF juga memperkuat kontribusi pendapatan dari divisi treasury melalui penempatan pasar uang dan efek jangka pendek yang dilakukan secara prudent dan selektif. Hal ini memastikan proyek-proyek yang dibiayai memiliki investment yield tinggi sesuai dengan risk appetite perusahaan.
Baca Juga
Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Prioritas, IIF Sabet ESG Award 2025
Sebagai pionir penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, IIF menegaskan komitmennya pada pembangunan berkelanjutan.
"Keberhasilan proyek infrastruktur bukan hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan sosial. Setiap proyek yang kami biayai harus memperhatikan konservasi hayati, perlindungan masyarakat sekitar, pemenuhan hak tenaga kerja, dan mitigasi perubahan iklim," jelas Idhan.
Dukungan dari pemegang saham seperti Asian Development Bank turut memperkuat penerapan standar ESG internasional. "Pendekatan ini tidak membuat pembangunan infrastruktur, menjadi mundur, tapi justru memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan perekonomian Indonesia," tukas Idhan

