IIF: Pemerintah Harus Berikan Kepastian Jaminan Pembiayaan untuk Proyek IKN
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyatakan, saat ini setidaknya ada dua sikap investor terkait investasi di IKN.
Pertama, ingin melakukan proyek percontohan, dengan harapan dapat diperluas ke proyek lainnya setelah mendapat keyakinan terhadap regulasi dan komitmen dari pemerintah.
Kedua, masih menunggu adanya kepastian jaminan (underwrite) dari pemerintah.
Wakil Presiden Eksekutif – Kepala Direktorat Group Advisory IIF, Irman Boyle menyebutkan, kunci untuk mendapatkan investasi sebesar Rp 600 triliun dalam 5 tahun ke depan, serta memiliki 2 juta populasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) pemerintah harus memastikan jaminan pembiayaan.
Baca Juga
“Mau nggak mau kunci untuk mendapatkan Rp 600 triliun dalam 5 tahun dan mendapatkan 2 juta populasi, Pemerintah harus underwrite pembiayaan, modal utama politik harus komitmen 15 tahun berikutnya, bukan hanya 5 tahun,” terangnya di Jakarta, Senin (26/02/2024).
Dia juga menerangkan, kapasitas birokrasi harus sama. “Mulai dari menteri, direktur hingga kasubdit untuk siap memberikan kemudahan fisik, perizinan sampai bisa mencapai financial close,” tutur Irman.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H. Sumadilaga memaparkan, pembangunan IKN dilakukan dalam lima tahap.
Tahap pertama periode 2022-2024, pemindahan penduduk tahap awal untuk fungsi pemerintahan prioritas dengan jumlah penduduk 260.000 orang.
Baca Juga
Pakar Sebut Kota Baru IKN Akan Hadapi Sejumlah Tantangan, Apa Saja?
Kemudian tahap kedua periode 2025-2029, pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN termasuk perluasan jaringan transportasi, permukiman dan pengembangan kawasan riset dan talenta.
Selanjutnya di tahap ketiga periode 2030-2034, pembangunan progresif untuk utilitas terintegrasi, kawasan industri dan penguatan smart and green city. Tahap keempat periode 2034-2039, pembangunan seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota untuk percepatan pembangunan Kalimantan.
Tahap kelima periode 2040-2045, pengokohan reputasi IKN sebagai ‘World Class City for All’ dengan proyeksi jumlah penduduk mencapai 1.911.000 orang. (CR-3)

