CIMB Niaga Siap Spin Off Unit Syariah pada Mei–Juni 2026, Bagian dari Strategi Jangka Panjang F30
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk menegaskan rencananya untuk melakukan spin off atau pemisahan unit usaha syariahnya pada Mei atau Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan bertajuk Forward 2030 (F30) yang akan dijalankan mulai 2025 hingga 2030.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa persiapan menuju spin off telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Kalau boleh saya sampaikan, ini adalah paruh kedua bagi kami untuk melaksanakan rencana jangka panjang di Forward 30 atau F30 tahun 2025 sampai dengan tahun 2030. Banyak hal yang baru yang kami laksanakan, termasuk persiapan untuk spin off syariah,” ujar Lani dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Lani menjelaskan, berdasarkan regulasi, CIMB Niaga wajib melakukan spin off karena aset unit syariahnya telah melampaui Rp50 triliun. “Di syariah, berdasarkan undang-undang kami harus spin off karena aset sudah di atas 50 triliun. Persiapan sudah baik, kami harapkan kami akan spin off di bulan Mei atau Juni 2026,” katanya.
Baca Juga
CIMB Niaga Harap Cost of Fund Turun, Imbas Kebijakan Likuiditas Rp200 Triliun ke Himbara
Menurut Lani, pemisahan unit syariah ini akan membuka babak baru bagi CIMB Niaga. “Kami berharap ini merupakan satu frontier baru, area baru, mengingat bahwa jumlah bank syariah tidak sebanyak bank konvensional,” ujarnya.
Selain mempersiapkan spin off, CIMB Niaga juga terus melanjutkan transformasi jangka panjangnya. Lani menuturkan, periode sebelumnya yaitu F23 Plus yang dijalankan sejak 2019 hingga 2024 berhasil menunjukkan hasil positif, meski sempat menghadapi pandemi Covid-19. “Kalau kita lihat, tahun 2019 kami mulai dengan profit before tax (PBT) sebesar Rp4,8 triliun dan pada tahun 2024 kami berhasil mencapai Rp8,8 triliun. Dengan masa 1,5 tahun Covid, itu sebenarnya tidak buruk,” jelasnya.
CIMB Niaga kini memasuki usia ke-70 tahun di Indonesia dengan posisi sebagai bank swasta terbesar di Tanah Air. Lani menyampaikan, pencapaian ini merupakan bukti komitmen CIMB Niaga dalam melayani masyarakat secara berkelanjutan. “Ini adalah perayaan 70 tahun CIMB Niaga berada di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Lani mengingatkan bahwa CIMB Niaga merupakan hasil penggabungan antara Bank Niaga dan Bank Lippo, dengan sejarah panjang dalam inovasi perbankan digital. “Dulu mesin ATM itu kami yang duluan. Kemudian pengembangan dari Octo yang sekarang kita kenal—Octo Mobile, Octo Click, dan Octo Business—sebetulnya juga Bank Niaga yang pertama kali memperkenalkan. Dulu namanya Go Mobile, kemudian tahun 2018 kami enhance menjadi Octo Mobile,” jelasnya.
Baca Juga
CIMB Niaga Catat Pertumbuhan Nasabah 15–17% per Tahun, Jalankan Strategi Forward 2030
Transformasi digital yang konsisten juga membawa dampak positif terhadap pertumbuhan basis nasabah. Saat ini, CIMB Niaga memiliki lebih dari 9,12 juta nasabah di Indonesia dengan pertumbuhan nasabah baru sekitar 15–17% per tahun, terutama melalui kanal digital. “Pertumbuhan positif ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital CIMB Niaga yang semakin kuat,” tutur Lani.
Dengan strategi Forward 2030 dan rencana spin off syariah di tahun depan, CIMB Niaga menegaskan arah transformasi jangka panjangnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi bank dalam ekosistem keuangan nasional, baik di segmen konvensional maupun syariah.

