Lewat Fitur Digital Teranyar Ini di Livin’ Merchant, Bank Mandiri Perkuat Dukungan UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengembangkan inovasi di Livin’ Merchant. Teranyar, bank berkode saham BMRI ini menghadirkan opsi baru di fitur pencairan yang lebih fleksibel.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri Jan Winston Tambunan mengungkapkan, fitur tersebut memungkinkan pelaku usaha mencairkan hasil transaksi sesuai kebutuhan, baik secara real time maupun dengan opsi penjadwalan.
“Inovasi ini juga dilengkapi notifikasi suara otomatis yang menyebutkan nominal transaksi secara real-time, guna mengoptimalkan keamanan, kenyamanan, dan fleksibilitas saat berjualan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (4/10/2025).
Pengembangan ini, lanjut Winston, merupakan bagian dari strategi digitalisasi Bank Mandiri dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan adaptif. Melalui tambahan opsi pencairan, pihaknya ingin menghadirkan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Baca Juga
Bank Mandiri Rayakan HUT ke-27 dengan Pasar Murah dan Dukungan UMKM di 10 Wilayah
“Inovasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen kami untuk menjadi mitra finansial utama dalam mendukung aktivitas operasional usaha mereka sehari-hari, termasuk mengelola arus kas dengan lebih efisien,” katanya.
Winston menjelaskan, selain fitur pencairan, Livin’ Merchant juga menawarkan berbagai keunggulan lain seperti pembayaran QRIS yang langsung aktif usai registrasi, PoS (kasir digital), dan fitur belanja yang memungkinkan merchant membeli stok barang langsung dari ditributor resmi melalui aplikasi.
“Kami melihat bahwa sinergi antara teknologi, sistem keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja baru,” ucap dia.
Hingga September 2025, Livin’ Merchant telah digunakan hampir 3 juta pengguna, tumbuh 35% secara year on year (yoy), dengan pertumbuhan total nilai transaksi yang melonjak 166% (yoy).

