OJK Pastikan Investasi Asuransi dan Dapen Dikelola Optimal dengan Tata Kelola Ketat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memastikan pengelolaan investasi yang dilakukan perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) berjalan optimal, dengan tetap memerhatikan tata kelola yang baik serta penerapan manajemen risiko yang memadai.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pihaknya telah menerbitkan berbagai ketentuan agar pengelolaan investasi asuransi dan dapen mampu memberikan hasil yang berkesinambungan bagi nasabah.
“Dalam pengelolaan investasi yang dilakukan asuransi dan dapen, OJK telah menerbitkan berbagai ketentuan agar pengelolaan tersebut mampu memberi hasil optimal dengan tat kelola yang baik dan penerapan manajemen risiko yang memadai,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga
Meski Pamor Terus Merosot, OJK Sebut 'Unit Link' Masih Topang Pendapatan Premi Industri
Saat ini, lanjut Ogi, portofolio investasi perusahaan asuransi terdiversifikasi ke berbagai instrumen. Penempatan pada Surat Berharga Negara (SBN) masih mendominasi sebesar 50,38%, disusul deposito sebesar 25,8% dan saham 15,8%.
Ia menyatakan, perubahan variabel ekonomi utama seperti pergerakan suku bunga menjadi faktor penting dalam pengelolaan investasi. Untuk itu, berbagai pilar tata kelola di perusahaan, mulai dari manajemen, dewan komisaris, hingga komite-komite, wajib memastikan adanya penyesuaian strategi investasi.
“Prinsip asset matching liability menjadi pekerjaan yang secara berkelanjutan dilakukan pilar-pilar dimaksud dan menjadi bagian pengawasan OJK,” kata Ogi.
Baca Juga
Tingkatkan Kepercayaan Publik, OJK Terbitkan Aturan Baru Transparansi dan Publikasi Laporan Bank
Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hingga semester I 2025 total investasi yang disalurkan industri asuransi jiwa mencapai Rp 551,31 triliun, tumbuh 2,3% secara year on year (yoy).
Lalu, hasil investasi secara industri meningkat 38,4% dari Rp 12,05 triliun pada semester I 2024 menjadi Rp 16,68 triliun di periode yang sama tahun ini. “Hasil investasi semester I 2025 yang tumbuh signifikan menunjukkan ketahanan industri dalam mengelola portofolio,” ucap Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI Handojo G Kusuma.

