Dapat Porsi Dana Rp 55 Triliun dari Pemerintah, Sejumlah Sektor Ini Jadi Tujuan Kredit Bank Mandiri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 55 triliun.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengungkapkan, dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan ke sektor-sektor strategis seperti perkebunan, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan energi terbarukan, infrastruktur, layanan kesehatan, manufaktur, kawasan industri.
“Serta UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga
Per Juni 2025, Bank Mandiri Salurkan Rp 36,75 Triliun untuk Kredit Hilirisasi Mineral
Menurut Novita, secara bank only Bank Mandiri mencatatkan pencairan kredit untuk nasabah baru rata-rata Rp 24,63 triliun dari total Rp 45 triliun per bulan. Hal ini menunjukkan tingginya minat pembiayaan dan potensi pertumbuhan sektor riil di tengah dukungan kebijakan pemerintah.
“Hingga kini, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 960,2 triliun ke sektor riil berorientasi ekspor ke padat karya, atau 71,88% dari total portofolio,” katanya.
Di sisi bersamaan, lanjut Novita, seluruh pembiayaan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan pelaporan transparan sesuai regulasi.
“Dengan dukungan Rp 55 triliun ini, kami optimistis dapat memperkuat fungsi intermediasi, memperbesar kapasitas pembiayaan, serta meningkatkan kontribusi terhadap proyek-proyek strategis nasional,” ucapnya.
Baca Juga
Bank Mandiri Boyong 2 Penghargaan di Digital Banking Awards 2025
Novita menjelaskan, penempatan SAL Rp 55 triliun untuk Bank Mandiri yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.276 Tahun 2025 ini menjadi strategi pemerintah bersama bank-bank himbara (Himpunan Bank Negara) untuk menjaga likuiditas perbankan tetap kuat.
“(Juga) mempererat sinergi strategis dalam akselerasi pembiayaan sektor riil, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.

