Bagikan

Begini Upaya Bank Jatim Tekan NPL yang Tembus 4,15% di Semester I 2025

Poin Penting

Rasio kredit macet (NPL) gross mencapai 4,15%, meningkat dibanding periode sebelumnya akibat ketidakpastian ekonomi.
Strategi Penurunan NPL.
Pertumbuhan Kredit Semester I 2025.

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim (BJTM) mencatatkan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) gross mencapai 4,15% di semester I 2025. Untuk menekan NPL, bank ini memiliki sejumlah strategi.

“Pertama, melalui metode kuratif seperti restrukturisasi secara umum,” ujar Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman, dalam Public Expose Live 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/9/2025). 

Masih di metode kuratif, lanjut dia, perseroan juga bakal menerapkan aturan keringanan bunga dan denda, lelang agunan dan pengurusan sebagian agunan, serta hapus tagih atau yang lebih dikenal dengan istilah write off. “Kedua, adalah melalui metode preventif,” kata Arif. 

Baca Juga

Bank Jatim (BJTM) Proyeksi Laba Naik Jadi 2,8 Kali Lipat, Raih Nominasi Best Bank

Ia mengatakan, Bank Jatim akan melakukan penyaluran kredit secara selektif pada sektor ekonomi yang memiliki prospek peningkatan skill, mendorong kompetensi account officer (AO), serta menghadirkan program rewards dan monitoring. “Serta controlling secara berkala, berkesinambungan, konsisten, dan dikawal dengan ketat,” ucap Arif. 

Menurut Arif, capaian NPL tersebut cenderung naik dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi yang terjadi sekarang ini. Ia merinci, NPL per segmen terhadap total portofolio kredit antara lain, segmen konsumer sebesar 1,18%, segmen produktif 2,98%,

Baca Juga

Jalin KUB, Bank Jatim (BJTM) Suntik Modal Bank NTB Syariah Rp 100 Miliar

Sementara dari sisi penyaluran kredit, hingga semester I 2025, kredit Bank Jatim secara bank only tumbuh 15,91% secara year on year (yoy) menjadi Rp 67,31 triliun di semester I 2025. Hal tersebut ditopang oleh portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 35,79 triliun atau naik 12,75% (yoy) dan kredit produktif sebesar Rp 31,51 triliun atau meningkat 19,71% (yoy). 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024