BCA Syariah Dorong Inovasi Berkelanjutan Lewat BSya, Hadirkan Fitur Finansial hingga Sosial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BCA Syariah terus menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi berkelanjutan melalui aplikasi perbankan andalannya, yaitu BSya by BCA Syariah. Aplikasi ini tidak hanya berfokus pada kemudahan transaksi finansial, tapi juga mendukung aktivitas sosial dan kebaikan.
Seperti diketahui, saat ini aplikasi perbankan digital bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sudah menjadi bagian esensial dalam kehidupan masyarakat modern. Sebab, selain mempercepat arus transaksi dan memperluas inklusi keuangan, juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, jumlah transaksi pembayaran digital mencapai 4,44 miliar per Juli 2025, naik 45,30% secara year on year (yoy). Dari sisi volume transaksi via mobile banking dan internet banking juga meningkat masing-masing sebesar 26,07% (yoy) dan 12,68% (yoy), termasuk transaksi pembayaran digital melalui quick response code Indonesian standard (QRIS) yang melesat 162,77% (yoy).
Dengan masifnya perkembangan zaman, bank-bank di dalam negeri kian gencar berlomba mengembangkan fitur mobile banking-nya. Aplikasi yang awalnya hanya berfungsi untuk cek saldo dan transfer dana, kini berevolusi untuk memenuhi hampir semua kebutuhan transaksi nasabah dalam genggaman.
Baca Juga
Lewat Ajang Ini, BCA Syariah Dorong Literasi Keuangan Syariah di Era Digital
Persaingan ini tak lepas dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital. Generasi milenial dan Gen Z misalnya, lebih pilih mengakses layanan perbankan melalui ponsel ketimbang datang langsung ke kantor cabang. Situasi ini mendorong bank untuk berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru, salah satunya BCA Syariah dengan aplikasi BSya.
Vice President Cash Management BCA Syariah Nadia Amalia mengungkapkan, pengembangan fitur BSya dirancang untuk menjadi ‘teman’ bagi nasabah dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan transaksi sehari-hari, investasi, hingga ibadah. Dengan tagline ‘Menemani Langkah Penuh Berkah’, BSya berupaya memenuhi kebutuhan finansial nasabah dengan terus berinovasi.
“Setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda. Ada yang ingin lebih dekat dengan keluarga, ada yang ingin lebih sering ke Tanah Suci, ada yang ingin meningkatkan kualitas ibadah, bahkan ada yang ingin aktualisasi dan melalui perencanaan keuangan. Di titik itulah kami menghadirkan BSya sebagai teman yang menemani langkah penuh berkah,” ujarnya, dalam acara Media Gathering BCA Syariah, di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Sejak pertama kali diluncurkan pada Agustus 2024, kata Nadia, aplikasi BSya telah dilengkapi berbagai fitur hasil masukan langsung dari para nasabah. Mulai dari transfer ke virtual account (VA) BCA, top up e-wallet, pembayaran QRIS, hingga setor dan tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BCA.
“(Perrmintaan) yang cukup banyak kita terima dari nasabah adalah ingin ada transfer ke VA BCA. Spesifik BCA, karena kita tahu banyak sekali partner-partner mitra kita pakainya itu BCA. Sehingga pada saat transfer itu maunya ya pakai VA BCA, dan kita tahu bahwa VA BCA itu hanya bisa ditransfer dari sesama rekening BCA,” kata Nadia.
Namun, inovasi tak hanya berhenti pada fungi transaksi finansial semata. Nadia menekankan bahwa aplikasi andalan BCA Syariah ini juga memiliki fitur yang mendukung aktivitas sosial dan keberkahan.
“Untuk zakat, infak, dan sedekah tetap ada, begitu juga dengan (fitur pembelian hewan) kurban yang kita luncurkan pas Idul Adha kemarin. Kita kerja sama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), jadi Baznas yang akan melakukan proses pembelian hewan kurban dan penyalurannya, nanti kita sebagai orang yang berkurban akan dapat laporan yang dikirim ke WhatsApp,” ucapnya.
“Kita juga bisa melakukan setoran biaya haji. Seperti diketahui kalau mau proses mendaftar haji sekarang harus setor minimal Rp 25 juta. Aplikasi kami ini sudah terkoneksi dengan Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) Kementerian Agama, jadi dengan Rp 25 juta itu dananya akan diproses dan dilimpahkan ke sana. Kemudian akan ada bukti pembayaran yang nantinya dibawa ke Kementerian Agama untuk melakukan pendaftaran dan mendapat porsi haji,” sambung Nadia.
Selain itu, BSya juga menghadirkan layanan investasi yang inklusif. Nasabah dapat membuka e-deposito (E-Depo) BCA Syariah. Nasabah dapat membuka deposito mulai dari Rp 8 juta dengan tenor yang fleksibel, serta berinvestasi emas mulai dari 5 gram.
“Investasi emas saat ini digemari masyarakat. Kalau mau beli emas harus ‘war’, antre, kemudian sampai di depan antrean ternyata kehabisan. Kalau pakai BSya kita tidak akan merasakan experience tidak enak seperti itu, karena BCA Syariah ini sudah bekerja sama dengan penyedia emasnya. Jadi sudah pasti tersedia stoknya, tidak usah merasakan berpanas-panasan dan antre, cukup pakai BSya bisa beli mulai dari gramasi yang terjangkau,” ucap Nadia.
Baca Juga
Pastikan Transaksi Nasabah Tetap Aman, Begini Upaya BCA Syariah Perkuat Sistem Keamanan Digital
BSya, lanjut dia, juga memudahkan nasabah dalam menjalani ibadah sehari-hari. Di halaman utama aplikasi, tersedia fitur jadwal shalat dan arah kiblat tanpa perlu login. “Kadang kan buru-buru mau ngecek sudah masuk waktu sholat atau belum, apalagi kalau pas bulan Ramadhan. (Di BSya) Tidak harus login aplikasi, karena bisa langsung diakses di halaman awal aplikasi,” ujarnya.
Nadia menjelaskan, inovasi berkelanjutan merupakan kunci agar aplikasi tetap relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Oleh karena itu, BCA Syariah berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi nasabah dalam pengembangan fitur ke depan.
“BCA Syariah terus berinovasi, karena kami ingin terus mendengarkan nasabah. Juga melihat di perjalanan, di best practice-nya itu ada apa saja yang sudah dimiliki oleh bank-bank lain juga, jadi kita harus lengkapi. Karena, kita ingin hadir sebagai ‘teman yang bisa diandalkan’,” kata Nadia.
Pastikan Transaksi Nasabah Tetap Aman
Industri perbankan saat ini menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan. Pertumbuhan transaksi melalui mobile banking, internet banking, hingga aplikasi keuangan berbasis digital membawa kemudahan bagi nasabah, namun sekaligus membuka celah baru bagi kejahatan siber.
Ancaman datang dari praktik pencurian data (phishing), peretasan sistem (hacking), serangan ransomware, hingga rekayasa sosial yang menargetkan kelemahan pengguna. Bagi perbankan, risiko terbesar bukan hanya potensi kerugian finansial, tapi juga hilangnya kepercayaan nasabah. Keamanan digital menjadi kunci agar layanan bank tetap dipercaya di tengah maraknya ancaman siber.
“Di balik berbagai kemudahan dan peluang yang ditawarkan, era digital juga menghadirkan tantangan serius berupa ancaman siber yang terus dan kian kompleks,” ujar Deputi Komisioner sekaligus Kepala OJK Institute Anung Herlianto, dalam sebuah webinar, medio Juni lalu.
Mengutip data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anung menyebut bahwa sepanjang 2024 tercatat lebih dari 2,4 juta aktivitas advanced persistent threat (APT), lebih dari 514.000 aktivitas ransomware, dan lebih dari 26 juta aktivitas phishing. Di lain sisi, peningkatan signifikan juga terjadi dalam penyalahgunaan teknologi deepfake untuk memanipulasi informasi dan penipuan daring.
“Sejak 2019, jumlah insiden terkait deepfake mengalami lonjakan hingga 550% dan diperkirakan akan mencapai 8 juta kasus pada 2025 ini. Teknologi ini kerap disalahgunakan untuk manipulasi informasi dan penipuan digital berskala besar,” katanya.
Setali tiga uang, Director of Digital Economy di Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengungkapkan, saat ini perbankan sangat rawan terhadap aksi peretasan atau pembobolan, khususnya yang berkaitan dengan data pribadi.
“Termasuk juga perbankan, terutama yang ada layanan digitalnya,” ujarnya, kepada Investortrust.
Padahal, lanjut Huda, industri apapun, terlebih yang berkaitan dengan keuangan harus betul-betul prudent dalam mengelola bisnis dan risikonya. Karena kalau tidak, maka bisa berdampak pada penurunan kepercayaan konsumen secara jangka panjang.
“Kita tahu lembaga keuangan merupakan lembaga yang harus prudent secara keamanan, ada isu kepercayaan konsumen yang harusnya di-address oleh perusahaan keuangan, baik digital maupun non digital,” kata Huda,
Sebagai upaya untuk memastikan transaksi nasabah tetap aman di tengah berbagai ancaman siber, BCA Syariah terus berupaya memperkuat sistem keamanan digital di BSya. Nadia menyatakan, pihaknya telah menyiapkan berlapis pengamanan, mulai dari proses onboarding (pendaftaran) hingga otorisasi transaksi.
“Pada saat mau onboarding di BSya, ada satu proses verifikasi yang dilakukan melalui skema lifeness. Jadi untuk memastikan bahwa yang mengajukan ini bukan AI (artificial intelligence), bukan robot, itu ada sistem lifeness,” katanya.
Selain itu, lanjut Nadia, BCA Syariah juga telah terhubung dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan keabsahan data masyarakat.
“Kadang-kadang nasabah baru tahu kalau ternyata datanya di Dukcapil itu tidak lengkap, misalnya nama ibu kandung kosong. Kami menyarankan nasabah untuk segera beresin data di Dukcapilnya, karena itu baru untuk kebutuhan rekening saja,” ucapnya.
Tahap berikutnya adalah verifikasi melalui video call dengan Agen Halo BCA untuk mencocokkan data. Menurut Nadia, hal ini menjadi fitur tambahan agar tidak ada ketidaksesuaian identitas. Lalu dari sisi transaksi, BCA Syariah juga menerapkan dua lapis keamanan, yaitu kode akses untuk login pertama kali dan PIN untuk otorisasi transaksi.
“Jadi dua layer, kalau di banking itu kita bilang non repudiation, di mana kalau sudah melalui proses itu ya memang orangnya yang melakukan, dia tidak bisa menyangkal dia yang tidak melakukan karena pasti hanya dia yang input sampai dua layer begitu,” ujarnya.
Dari sisi internal, BCA Syariah juga telah memperkuat pengamanan dengan investasi besar di bidang teknologi dalam beberapa tahun terakhir. Bank juga telah mendapat sertikasi ISO 27001-2022 untuk sistem manajemen keamanan informasi.
“BCA Syariah ini sudah tersertifikasi ISO 27001-2022 tentang sistem manajemen keamanan informasi. Jadi biar lebih pede melakukan transaksi bersama BCA Syariah, kami melakukan sertifikasi itu,” kata Nadia.
Lebih jauh, Nadia menekankan pentingnya peran nasabah dalam menjaga keamanan akun beserta data pribadinya. “Kami tidak bosan-bosan mengedukasi agar melakukan pembaruan (password) itu kalau bisa setiap 30 hari. Dan jangan pernah memberitahukan, baik itu kode akses untuk login atau PIN untuk siapapun, walaupun itu orang bank sendiri,” ucapnya.
Baca Juga
BCA Syariah Sebut Pemblokiran Rekening Dormant Berdampak Kecil, Optimistis CASA Tetap Naik
Keunggulan BSya by BCA Syariah:
- Lebih praktis
Buka rekening lebih praktis tanpa perlu ke bank dengan fitur buka rekening online.
-
Lebih lengkap
Nasabah dapat melakukan transfer ke virtual account BCA, transfer BI FAST, melakukan setoran biaya ibadah haji, melakukan berbagai transaksi pembelian dan pembayaran top up e-wallet, tarik tunai tanpa kartu (cardless), serta pengajuan pembiayaan emas.
-
Lebih aman
Proteksi keamanan maksimal dengan akses biometrik dan kode akses untuk login dan m-PIN untuk otorisasi transaksi.
-
Lebih berkah
Memberi kemudahan beribadah dengan mengakses informasi jadwal shalat dan arah kiblat dimanapun berada. Nasabah juga dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan BSya melalui rekening Lembaga ZIS.
-
BSya reward
BSya Reward adalah program loyalti spesial untuk nasabah BCA Syariah dengan berbagai reward sesuai dengan level yang didapatkan berdasarkan saldo rata-rata bulanan.
Beragam fitur dalam satu aplikasi BSya by BCA Syariah:
Pembukaan rekening online:
-
Pembukaan rekening online nasabah baru dan nasabah existing
-
Registrasi online
-
Otentikasi perangkat
Produk tabungan, deposito, dan pembiayaan:
-
Tahapan iB Wadiah
-
Tahapan iB Mudharabah
-
e-Deposito
-
Emas iB
Transfer dana:
-
Transfer ke rekening BCA Syariah
-
Transfer ke rekening BCA
-
Transfer BI-FAST ke bank lain
-
Transfer online ke bank lain
-
Transfer SKN ke bank lain
-
Transfer RTGS ke bank lain
-
Transfer ke virtual account BCA
Cardless:
-
Tarik tunai
-
Setor tunai
E-wallet:
-
GoPay
-
Dana
-
FinPay
-
i.Saku
-
LinkAja
-
OVO
-
Sakuku
-
ShopeePay
QRIS:
-
MPM (Merchant Presented Mode), yakni metode transaksi pembayaran dengan cara memindai (scan) kode QR yang ditampilkan oleh merchant.
-
CPM (Customer Presented Mode), yaitu metode transaksi pembayaran dengan cara menampilkan kode QR oleh nasabah untuk kemudian dipindai (scan) oleh merchant.
Uang elektronik:
-
Top up Flazz
Pembelian:
-
Pulsa prabayar (Tsel, XL, Axis, Indosat, Tri, Smartfren)
-
Token PLN
-
Manual Advice PLN
Pembayaran:
-
Tagihan pasca bayar (Tsel, XL, Axis, Indosat, Tri, Smartfren)
-
Internet (Telkom/Indihome)
-
Tagihan listrik PLN
-
Non tagihan listrik PLN
-
PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)
Informasi laporan:
-
Mutasi rekening
-
Historis transaksi
-
Portofolio nasabah
-
Inbox
E-branch:
-
Tarik tunai
Administrasi:
-
Ubah/lupa kode akses
-
Ubah/reset mPIN
-
Device Biometrik
-
Bukti transaksi
Fitur islami:
-
Jadwal shalat
-
Arah kiblat
-
Setoran haji
-
Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf)
-
Kurban

