Imbal Hasil SBN Turun, Asing Catat Jual Neto Rp 0,25 Triliun di Pekan Keempat Agustus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke 6,29% pada Jumat (29/8/2025). Bank sentral juga mencatat aliran modal asing pada pekan keempat Agustus 2025. Pada akhir bulan ini, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 28 Agustus sebesar 66,9 basis poin (bps) dibandingkan dengan 22 Agustus 2025 yang sebesar 66,19 bps.
Berdasarkan data transaksi selama pekan keempat Agustus 2025, nonresiden tercatat menjual neto sebesar Rp 0,25 triliun. Ini terdiri dari jual neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 10,79 triliun dan beli neto sebesar Rp 2,62 triliun di pasar saham, serta Rp 7,93 triliun di pasar SBN.
“Selama 2025, berdasarkan data setelmen hingga 28 Agustus 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 48,01 triliun di pasar saham dan Rp 94,28 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 76,44 triliun di pasar SBN,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan, diakses Sabtu (30/8/2025).
Baca Juga
Diberitakan sebelumnya, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan antarbank pada Jumat (29/8/2025). Pada penutupan Jumat kemarin, dolar Amerika Serikat (AS) perkasa terhadap Mata Uang Garuda di level Rp 16.461 per US$. Rupiah melemah 105 poin atau terkontraksi 0,62% dari penutupan Kamis sore (28/8/2025).
Data Bloomberg menunjukkan penguatan dolar indeks atau DXY sebesar 0,11% menjadi 97,91. Dolar AS perkasa di hampir semua mata uang negara-negara termasuk terhadap Euro sebesar 0,02% dan Poundsterling sebesar 0,28%.
Baca Juga
Rupiah Melemah 0,62% pada Akhir Penutupan Perdagangan Jumat 29 Agustus 2025
Di Asia, dolar AS menguat terhadap yuan China sebesar 0,03%. Sementara itu, dolar AS menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,04%, won Korea Selatan sebesar 0,50%, peso Filipina sebesar 0,05%, dan dolar Singapura sebesar 0,16%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan indeks dolar terjadi karena data ekonomi AS menunjukkan penguatan melebihi proyeksi. Pasar tenaga kerja AS menguat seiring menurunnya warga yang mengajukan tunjangan pengangguran.
“PDB kuartal II 2025 menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3%, melampaui proyeksi 3,1% dan naik dari 3% pada kuartal sebelumnya,” kata Ibrahim, dalam keterangan resminya, Jumat (29/8/2025).

