BTN Minta Bunga FLPP dari SMF Turun 25 bps, Ananta Wiyogo Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memastikan bahwa bunga pinjaman yang diberikan kepada bank penyalur kredit kepemilikan rumah (KPR) sudah sesuai ketentuan. Bahkan, tingkat bunganya tergolong murah hanya 1,5%.
Hal ini menanggapi keluhan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Nixon LP Napitupulu, terkait beban bunga pinjaman dari SMF dalam skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang dinilai masih mahal mencapai 4,45%.
Baca Juga
'Spin Off' UUS CIMB Niaga dan BTN Jalan Terus, Ini Kabar Terbaru dari OJK
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menjelaskan bahwa beban bunga pinjaman yang diberikan sudah mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, beban bunga pinjaman Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan SMF hanya 1,5%.
"Begini, bunga 4,45% itu di-blended dengan Tapera, jadi dana dari SMF masuk ke perbankan hanya dikenakan bunga 1,5%. Bank menyalurkan (bunga) 5%, nah ini dapat margin berapa? Sebanyak 3,5%. Jadi yang bilang mahal itu yang mana?" ungkap Ananta saat ditemui di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Sebelumnya, Nixon mengungkapkan bunga pinjaman dari SMF mencapai 4,45%, sementara BTN hanya bisa menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi kepada masyarakat dengan bunga tetap 5%.
Baca Juga
"Jadi sama-sama lembaga pemerintah, tetapi kami mintakan agar mereka juga mampu menyesuaikan penurunan suku bunga yang kita rasakan cukup mahal untuk pembiayaan FLPP," kata Nixon dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis (21/8/2025) lalu.
Dengan skema berjalan saat ini, yakni suku bunga giro FLPP sebanyak 0,50% ditambah pinjaman SMF 4,45%, net interest margin (NIM) KPR subsidi BTN hanya berada di level 3,51%.
Menurut Nixon dalam paparannya, jika bunga pinjaman SMF bisa diturunkan 25 basis poin (bps), NIM KPR subsidi BTN berpotensi naik sekitar 7 bps.
Baca Juga
SMF Salurkan Dana Rp 113,59 Triliun pada Semester I 2024, 8,37 Kali Dibanding Modal Disetor
"Dengan penurunan suku bunga pinjaman FLPP SMF sebesar 25 bps, berpotensi meningkatkan NIM KPR Subsidi sebesar 7 bps," sebut dalam data yang dipaparkan Nixon.
BTN pun berharap pemerintah dapat meninjau ulang skema pendanaan FLPP. "Tantangannya suku bunga pinjaman SMF yang terlalu tinggi sehingga NIM masih di bawah rata-rata industri," tegas Nixon.

