BCA Digital Sebut Minat Masyarakat Terhadap Layanan Keuangan Digital Terus Tumbuh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Digital BCA atau BCA Digital (blu by BCA Digital) optimistis prospek industri bank digital di paruh kedua 2025 tetap positif.
Head of Marketing & Communications BCA Digital Ruli Himawan Nugroho mengungkapkan, hal itu sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Menurut Ruli, minat masyarakat terhadap layanan bank digital terus tumbuh, khususnya dari nasabah digital savvy.
“Tapi memang sebetulnya apa yang kita lihat, tentunya sebetulnya kita bisa lihat minat terhadap digital banking itu tumbuh dan relevansi terhadap calon nasabah, nasabah yang digital savvy juga terlihat semakin antusias menggunakan,” ujar Ruli dalam acara media luncheon di Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Diketahui, nasabah digital savvy adalah nasabah yang memiliki kemampuan memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan perbankan, termasuk transaksi, pengelolaan keuangan, dan akses layanan bank secara online. Mereka melek teknologi dan terbiasa menggunakan platform digital untuk berbagai keperluan, termasuk perbankan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ruli membeberkan bahwa perusahaan semakin banyak melakukan inovasi dan mendengarkan kebutuhan-kebutuhan nasabah. Menurut Ruli, dari sana perusahaan juga sebetulnya memiliki strategi-strategi baru.
Lebih lanjut, Ruli menyebut, inovasi-inovasi yang dilakukan ini guna mengakuisisi nasabah baru dan menjaga agar nasabah-nasabah baru tidak berpindah ke bank digital lainnya. Jumlah nasabah BCA Digital per Juli 2025 hampir mencapai 3 juta pengguna. Capaian ini meningkat dari akhir Desember 2024 yang tercatat sebanyak 2,4 juta.
"Jadi, kenapa kita juga melakukan inovasi-inovasi yang berbasis tadi ya mendengarkan sobat dulu? Karena memang kita melihat itu adalah cara buat memang sobat blu bisa lebih aktif. Ada pain point dari penggunaan aplikasi atau juga mungkin memang ada kebutuhan baru, karena semakin sering satu atau dua produk atau fitur digunakan. Itu kami tangkap lalu kita buat jadi penyempurnaan, seperti yang tadi blu saving, kemudian jadi inspirasi," jelas Ruli.
Di sisi lain, untuk perkembangan pangsa di daerah, Ruli melihat ada kebutuhan-kebutuhan yang berbeda. Terlebih, memang digital literasi di daerah yang juga memiliki perbedaan.
"Tapi memang kita tetap berusaha untuk membangun produk-produk pada project basic-nya kita yang memang jadi fondasi, saving dan spending. Karena itu mencerminkan sebenarnya basic. Literasi juga kan. Balancing antara saving dan spending itu merupakan cara paling praktis buat pengolahan finansial. Nah, itu yang sebetulnya kita look forward buat bisa juga bawa ke lebih banyak lagi sobat-sobat blu yang ada di daerah-daerah," jelas Ruli.
Asal tahu saja, BCA Digital mencatatkan kinerja positif di semester I 2025. Di mana, laba bersih periode berjalan sebesar Rp 84,62 miliar per Juni 2025, melesat 114,4% secara tahunan atau year on year (yoy).
Berdasarkan laporan keuangannya, pencapaian tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 635,14 miliar per Juni 2025, meningkat 45,05% yoy. Alhasil, rasio marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA naik secara tahunan dari 6,14% menjadi 7,47% pada Juni 2025.
Pendapatan berbasis komisi juga tercatat meningkat 84,01% yoy, dari Rp 25,73 miliar menjadi Rp 47,35 miliar pada Juni 2025. Pendapatan lainnya pun ikut meningkat 188,7% yoy menjadi Rp 34,24 miliar.
Dari sisi intermediasi, BCA Digital telah menyalurkan kredit sebesar Rp 8,7 triliun sampai dengan Juni 2025. Meningkat 20,36% yoy dari periode tahun lalu yang sebesar Rp 5,34 triliun.

