Bagikan

Bank Muamalat Catat Lonjakan Pembiayaan Emas, Target Tembus Rp 500 Miliar Tahun Ini

Poin Penting

Pertumbuhan Pembiayaan Emas
Penguatan Digital dan Kemitraan
Prospek dan Strategi Bisnis


JAKARTA, 
investortrust.id - Sepanjang paruh pertama tahun ini, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan emas melalui produk Solusi Emas Hijrah. Meningkatnya minat masyarakat terhadap kepemilikan logam mulia membuat perseroan optimistis bisnis ini akan terus berkembang. 


Head of Retail Financing Bank Muamalat Agus Andipratama Amir mengungkapkan, total pembiayaan emas hingga Juni 2025 mencapai Rp 348 miliar. Jumlah tersebut disebut naik signifikan dibanding periode yang sama 2024, namun tidak dijelaskan secara detail. Dengan ini, Bank Muamalat menargetkan nilai pembiayaan hingga Rp 500 miliar hingga akhir 2025. 


“Pembiayaan emas terhadap outstanding pembiayaan konsumer baru mencapai 10% per Juni 2025. Namun, komposisi booking dari total pencairan pembiayaan konsumer sudah sebesar 50% secara year to date (yttd),” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (12/8/2025). 

Baca Juga

Pembiayaan Multiguna Bank Muamalat Tumbuh Dua Digit di Semester I 2025


Sebagai bank murni syariah pertama di Indonesia, lanjut Agus, pihaknya tengah mendorong pembiayaan konsumer seiring transformasi bisnis yang tengah dijalankan. Perseroan juga memperkuat aspek layanan digital agar tetap kompetitif dan relevan dengan kebutuhan nasabah. 


“Baru-baru ini kami sudah meluncurkan skema pembiayaan emas secara online melalui mobile banking Muamalat DIN,” katanya.

Baca Juga

Ma’aruf Amin Harap Bank Muamalat Tetap Sehat, Inspirasi untuk Bank Syariah Lain


Selain itu, kata Agus, kerja sama dengan pemasok emas fisik seperti Galeri 24 dan PT Pos Indonesia turut diperluas untuk menyalurkan pembiayaan. Inovasi lain yang dilakukan adalah menawarkan bundling pembiayaan emas dengan pembiayaan paket perjalanan haji plus. 


Menurutnya, prospek pembiayaan emas ke depan sangat menjanjikan, apalagi dengan digitalisasi layanan yang diharapkan mampu menjaring nasabah generasi muda. Emas dinilai tetap menarik sebagai aset likuid sekaligus instrumen diversifikasi investasi. 


“Income dari pembiayaan emas juga terbilang bagus untuk mendukung pendapatan Bank Muamalat,” ucap Agus. 



 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024