Adira Finance Optimistis Kinerja Semester II Naik, Meski Pasar Otomotif Masih Lesu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance (ADMF) memperkirakan kinerja pembiayaan otomotif nasional masih akan lesu hingga akhir tahun ini. Namun, perseroan optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan di semester II 2025, seiring dengan strategi ekspansi pasca merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance).
President Director Adira Finance Dewa Made Susila mengungkapkan, pasar otomotif saat ini menghadapi tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat, dan pengetatan seleksi kredit (underwriting) oleh perusahaan pembiayaan.
“Kalau kita lihat data industri, retail sales untuk roda dua selama semester pertama tahun ini turun 2%, untuk roda empat turun 9%. Jadi memang harus diakui bahwa penjualan dari otomotif under pressure,” ujarnya, dalam konferensi pers paparan kinerja Bank Danamon, secara virtual, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga
Menurut Dewa, penurunan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, serta semakin selektifnya proses underwriting dari pelaku multifinance, termasuk Adira Finance.
Meski begitu, ia menyebut bahwa Adira Finance tetap melakukan proses underwriting secara hati-hati sepanjang semester I 2025, dan mulai melihat perbaikan kualitas aset di kuartal II 2025. Di sisi bersamaan, merger dengan Mandala Finance membuka peluang baru bagi pihaknya untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya di wilayah yang sebelumnya belum digarap secara optimal.
“Tentu kabar baiknya adalah kami bisa membuka pasar-pasar baru di luar coverage dari Adira. Mandala kuat di daerah-daerah kecil di Indonesia Timur dan di Aceh,” kata Dewa.
Baca Juga
Begini Progres Merger Antara Adira Finance (ADMF) - Mandala Finance (MFIN)
Terlepas dari itu, meski industri perusahaan pembiayaan diperkirakan masih akan lesu di tahun ini, namun Adira Finance tetap menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang solid di paruh kedua tahun 2025.
“Sektor otomotif akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, tapi kami sejak kuartal II ini sudah mulai mengelola baik asset quality. Kami pun menargetkan penjualan di semester II dibandingkan semester I akan naik double digit,” ucap Dewa.

