BCA Tidak Revisi Rencana Bisnis Bank di Tahun 2025, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menegaskan tidak merevisi target dalam rencana bisnis bank (RBB) ditengah dinamika perekonomian terkini.
Hal itu diungkapkan Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam acara Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I 2025 PT Bank Central Asia Tbk yang digelar secara virtual di Jakarta, Rabu (30/7/2025).
"Apakah kita melakukan revisi RBB? Tidak. RBB kita sudah masukin yang final ya. Yang tahun ini kita tidak ada revisi. Ya, so far masih in line dengan RBB," ujar Hendra.
Hendra menjelaskan, BCA tidak merevisi RBB karena sejauh ini masih in line. Sehingga, untuk tahun 2025 tidak ada revisi RBB.
"Ya, so far masih inline dengan RBB," ungkap Hendra.
Lebih lanjut, terkait tantangan global dan konsumsi, Hendra membeberkan bahwa strategi BCA tetap sama, yakni tetap fokus memperkuat produk-produk dan layanan BCA. Menurut Hendra, dengan hal tersebut, sehingga diharapkan servis makin baik untuk nasabah.
"Dan bisa mendapatkan lebih banyak lagi bisnis dari para nasabah kita. Itu yang kita harapkan bisa memacu kinerja kita (di semester II)," kata Hendra.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa sejumlah bank telah melakukan RBB mengenai target hingga akhir tahun 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, penyesuaian tersebut dilakukan seiring dengan dinamika perekonomian global dan domestik yang dinilai semakin menantang.
“Sebagian besar bank memang melakukan revisi sebagai penyesuaian terhadap kondisi perekonomian global dan domestik yang sangat challenging dewasa ini,” ujar Dian dalam acara Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Juni 2025 yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga
Ekonomi Global dan Domestik Kian Menantang, OJK Ungkap Sebagian Bank Revisi Target RBB 2025
Dian menjelaskan, penyesuaian target dalam revisi RBB secara umum cenderung lebih konservatif atau diturunkan jika dibandingkan proyeksi awal. Meski begitu, terdapat juga beberapa bank yang justru meningkatkan targetnya.
"Namun demikian banyak juga yang meningkatkan target, sehingga OJK menilai revisi tersebut masih bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh," ungkap Dian.
Lebih lanjut, Dian menyebut, meski ada penyesuaian ke bawah, target baru hasil revisi tersebut masih mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh. Menurutnya, revisi terhadap RBB merupakan hal yang wajar, terutama jika terdapat perbedaan signifikan antara target awal dan realisasi, atau jika terjadi perubahan kondisi makroekonomi yang tidak sesuai dengan asumsi awal.
“Revisi juga dapat dilakukan jika terdapat perubahan material di internal bank, seperti perubahan strategi bisnis,” jelas Dian.

