Ada Kesepakatan Baru Tarif Dagang AS - RI dan BI Pangkas Suku Bunga, Begini Nasib Rupiah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup tergelincir pada perdagangan hari Rabu (16/7/2025). Data Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan kurs rupiah melemah tipis 7 poin (0,04%) ke level Rp 16.288 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan pasar spot, dilansir dari Blooomberg kurs rupiah bergerak melemah hingga 20 poin (0,13%) ke level Rp 16.287 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, kekhawatiran pasar terus berlanjut atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump. Meningkatnya ketidakpastian atas independensi Federal Reserve, di tengah meningkatnya seruan dari Trump dan sekutunya untuk menggulingkan Ketua Jerome Powell, yang terlihat meningkatkan seruan mereka agar Powell mundur dan agar suku bunga turun.
"Apalagi setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK) utama tercatat lebih kuat dari perkiraan untuk bulan Juni, meskipun sedikit. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dari bulan sebelumnya, meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan menjadi stagnan," tulis Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (16/7/2025).
Baca Juga
Indeks IHK juga muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak inflasi dari tarif perdagangan Trump. The Fed telah memperingatkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga hingga mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang dampak tarif Trump, dengan kemungkinan akan memperkuat dugaan ini.
Selain itu, Presiden Trump melanjutkan ancaman tarif barunya menjelang batas waktu 1 Agustus. Tindakannya baru-baru ini ditujukan kepada Indonesia, dengan rencana mengenakan bea masuk sebesar 19%.
"Meskipun ancaman tarif baru-baru ini tidak berdampak besar pada pergerakan pasar secara umum, para pedagang menahan diri untuk tidak memasang taruhan besar di tengah ketidakpastian," ungkap Ibrahim.
Baca Juga
BI Pangkas Suku Bunga Acuan
Dari dalam negeri, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25% dalam rapat dewan gubernur (RDG) periode Juli 2025. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15 dan 16 Juli 2025 memutuskan untuk menurunkan BI rate menjadi 5,25%," kata Perry secara daring, Rabu (16/7/2025).
Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility ikut diturunkan 25 bps menjadi 4,50%. Suku bunga Lending Facility juga diturunkan 25 bps menjadi 6,0%.
Menurut Perry, keputusan ini sejalan dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang rendah serta terkendali dalam sasaran 2,5±1%. Selain itu, upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Ke depan BI akan terus mencermati ruang penurunan BI Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika perekonomian global dan domestik," jelas Perry.

