Pemerintah Tetapkan Bunga Pinjaman untuk Kopdes Merah Putih 6%
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih menjelaskan pembiayaan awal Kopdes akan disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus dengan plafon hingga Rp 3 miliar per koperasi.
Menurut Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Kopdes/Kel Merah Putih, Ferry Juliantono, suku bunga yang dikenakan sebesar 6%, dengan tenor 6 tahun untuk modal kerja dan 10 tahun untuk investasi. Pemerintah juga mengusulkan grace period selama enam bulan guna memberi ruang adaptasi koperasi dalam tahap awal operasional.
Adapun mengenai regulasi penetapan besaran modal hingga bunga pinjaman, Ferry menyebut saat ini tengah digodok melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
"Kemudian tadi kita menyelesaikan petunjuk teknis untuk operasionalisasi apotek desa atau klinik desa. Dalam waktu dekat Peraturan Menteri ESDM terkait distribusi gas LPG 3 Kg juga akan segera (terbit)," kata Ferry dalam rapat koordinasi (rakor) terakhir di Kantor Kemenko bidang Pangan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga
Menkop Budi Arie Pastikan Presiden Prabowo Resmikan Kopdes Merah Putih di Klaten 21 Juli
Terkait dengan skema pembiayaan Kopdes/Kel Merah Putih ini, Ferry menjelaskan nantinya akan melibatkan kerja sama tiga pihak, yakni koperasi itu sendiri, distributor/supplier, dan bank penyalur.
Nantinya masing-masing Kopdes/Kel akan mengajukan pembiayaan kepada perbankan pelat merah seperti Bank Mandiri, BRI, BNI ataupun BSI sesuai dengan kebutuhan. Kemudian dari perbankan akan melakukan peninjauan kelayakan usaha untuk menentukan jumlah pembiayaan yang disetujui.
Sementara terkait dengan 103 percontohan atau mockup Kopdes/Kel Merah Putih, ia memastik seluruhnya telah siap baik secara ekosistem bisnisnya maupun dari skema pembiayaannya.
Baca Juga
Peluncuran Koperasi Merah Putih Diundur Jadi 21 Juli, Menko Zulhas; Biar Diikuti Semua Pihak
Melalui percontohan ini, lanjut dia, diharapkan koperasi-koperasi lain yang akan turut hadir secara daring dalam peluncuran Kopdes/Kel Merah Putih dapat mereplikasi manajemen operasionalnya. Sehingga diharapkan setelah peluncuran, operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan baik.
Selain itu dipastikan seluruh BUMN yang terlibat telah menyiapkan distribusi produk dan layanan ke gerai-gerai yang akan dikelola oleh Kopdes/Kel Merah Putih.
“Pada Oktober nanti, 103 percontohan ini akan menjadi model operasional. Target kami pada 28 Oktober, seluruh koperasi sudah benar-benar berjalan,” ujarnya.

