Minat Menabung Turun, Bank Mega Syariah Dorong Inovasi Produk dan Layanan Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tren menabung masyarakat Indonesia menunjukkan pelemahan. Hal ini tercermin dari Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana pada Mei 2025 indeks tercatat di angka 79, turun 4,4 poin dibanding bulan sebelumnya.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan, penurunan ini mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat yang kini cenderung lebih konsumtif di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Berkurangnya minat masyarakat untuk menabung menjadi tantangan bagi perbankan, khususnya dalam memperoleh dana murah. Apalagi, di tengah tren suku bunga rendah seperti sekarang ini tentunya berdampak pada turunnya daya tarik instrumen simpanan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (11/7/2025).
Baca Juga
Ketidakpastian Global Meningkat, Bank Mega Syariah Imbau Masyarakat Lebih Bijak Atur Finansial
Merespon kondisi tersebut, lanjut Ferary, pihaknya memperkuat basis nasabah ritel dan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melalui diversifikasi produk serta layanan digital. Salah satunya dengan menghadirkan program tabungan Mesya Berkah yang menawarkan hadiah sesuai preferensi nasabah, serta bebas biaya transaksi untuk rekening tabungan transaksional.
Untuk perencanaan keuangan jangka panjang, Bank Mega Syariah juga menyediakan Mesya Berkah Rencana Sesukanya yang menawarkan imbal hasil kompetitif setara deposito.
“Kami memahami bahwa perencanaan keuangan saat ini bukan hanya tentang menyimpan uang, tapi juga soal kemudahan akses, transparansi, dan manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, kami terus mendorong nasabah untuk tetap memiliki rencana keuangan melalui instrumen tabungan dan investasi yang fleksibel, aman, dan terpercaya,” kata Ferary.
Baca Juga
Di Tengah Pelemahan Daya Beli, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 37,3% per Mei 2025
Sementara itu, Corporate Communication Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita menyatakan, total tabungan Bank Mega Syariah per Mei 2025 tercatat lebih dari Rp 1,52 triliun. Sementara itu, dana murah atau current account and saving account (CASA) tumbuh lebih dari 25% secara year on year (yoy) menjadi Rp 3,64 triliun, dengan porsi CASA naik dari 28,9% pada Mei 2024 menjadi 33,1% di posisi yang sama tahun ini.
“Pertumbuhan DPK tidak lepas dari kontribusi nasabah setia kami yang per Mei 2025 totalnya mencapai lebih dari 472.000 nasabah. Jumlah ini naik 8% dari Mei 2024,” ucap Hanie.

