Ketidakpastian Global Meningkat, Bank Mega Syariah Imbau Masyarakat Lebih Bijak Atur Finansial
JAKARTA, investortrust.id - Ketegangan militer antara Iran dan Israel kembali meningkat, memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas ekonomi dan politik dunia. Di tengah ketidakpastian ekonomi, Bank Mega Syariah mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan pribadi.
“Bank Mega Syariah berkomitmen menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, namun juga memberikan nilai tambah bagi nasabah di tengah perekonomian yang menantang,” ujar Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita, dalam keterangan pers, Senin (30/6/2025).
Menurutnya, masyarakat perlu mulai mempertimbangkan instrumen investasi yang aman dan sesuai dengan profil risiko masing-masing. Salah satu pilihan yang bisa diakses masyarakat umum adalah reksa dana syariah, yang memiliki tingkat risiko bervariasi dan dapat dimulai dengan nominal terjangkau.
“Bank Mega Syariah menawarkan produk reksa dana yang variatif dengan berbagai tingkat profil risiko yang dapat disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Pilihannya mencakup reksa dana syariah pasar uang, reksa dana syariah pendapatan tetap, reksa dana syariah campuran, dan reksa dana syariah saham,” kata Hanie.
Baca Juga
Di Tengah Pelemahan Daya Beli, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 37,3% per Mei 2025
Sejak diluncurkan pada September 2024, lanjut dia, Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan reksa dana. Hingga Mei 2025, jumlah nasabah reksa dana naik 35% secara year to date (ytd), dengan dana kelolaan tumbuh 74% menjadi lebih dari Rp 31,8 miliar.
Di luar investasi pasar modal, pembelian aset jangka panjang seperti rumah juga menjadi pilihan rasional di tengah tren suku bunga yang masih relatif rendah. Produk pembiayaan rumah dari Bank Mega Syariah seperti Flexi Home dan Flexi Sejahtera (untuk rumah subsidi) turut mencatatkan pertumbuhan.
Baca Juga
Bank Mega Syariah Optimistis Pemangkasan BI Rate akan Berdampak Positif bagi Kinerja Tahun Ini
Hingga Mei 2025, pembiayaan Flexi Home naik 38,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 303 miliar, sementara penyaluran Flexi Sejahtera meningkat 81,37% menjadi lebih dari Rp 46,51 miliar. “Masyarakat juga dapat memenuhi kebutuhan finansial jangka pendek melalui produk tabungan,” ucap Hanie.
Ia mengatakan, produk tabungan dari Bank Mega Syariah juga semakin digemari masyarakat. Hal ini tercermin dari total dana pihak ketiga (DPK) non bank yang naik 9,38% atau mencapai lebih dari Rp 11,31 triliun. Sejalan dengan itu, dana murah atau current account and saving account (CASA) terhadap total DPK juga meningkat porsinya, dari 28,9% per Mei 2024 menjadi 33,1% di periode yang sama tahun ini.

