Sejumlah Asuransi BUMN Bakal Dikonsolidasi, PertaLife Insurance: Masih Tunggu Arahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana akan mengonsolidasikan sejumlah perusahaan asuransi pelat merah. Terkait hal ini, PT Perta Life Insurance (PertaLife Insurance) masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Itu saya no comment, saya tinggal follow saja instruksi dari atasan. Kalau sekarang masih belum ada arahan,” ujar President Director of PertaLife Insurance Hanindio W Hadi saat ditemui media, usai acara Syukuran 40 Tahun PertaLife Insurance, di Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Menurut dia, hingga saat ini belum ada pembahasan atau kajian lebih lanjut di PertaLife Insurance mengenai rencana konsolidasi tersebut. Meski, pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa waktu lalu sempat disinggung, tapi belum ada komunikasi lebih lanjut.
Baca Juga
Fokus Tekan Cost dan Optimalkan Sistem, Begini Implementasi PSAK 117 di PertaLife Insurance
“Masih belum ada kajian dan segala macam, jadi kita tunggu arahan saja. Kemarin juga sempat dibicarakan di RUPS, sepanjang belum ada arahan ya kita business as usual saja,” kata Hanindio.
Sekadar informasi, PertaLife Insurance bukan secara langsung merupakan asuransi BUMN, tapi anak usaha dari perusahaan BUMN. Karena PertaLife merupakan perusahaan asuransi jiwa yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Dana Pensiun Pertamina (DPP). DPP sendiri adalah bagian dari ekosistem PT Pertamina (Persero), yang merupakan BUMN.
Jadi, meskipun PertaLife Insurance bukan entitas BUMN secara langsung, tapi ia berada di bawah kendali atau pengaruh BUMN melalui kepemilikan saham oleh lembaga yang merupakan bagian dari BUMN.
Baca Juga
PertaLife Insurance Cetak Rekor, Premi Bruto Capai Rp 1,25 Triliun Sepanjang Tahun 2024
Terkait konsolidasi, rencana tersebut awalnya diutarakan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskario. Ia menyatakan bakal melakukan konsolidasi bisnis terhadap perusahaan-perusahaan asuransi BUMN, khususnya di sektor logistik dan asuransi.
Terlebih untuk asuransi, ia menilai, hal tersebut akan dilakukan karena bisnis yang dijalankan oleh sejumlah BUMN di sektor itu punya kapasitas bisnis yang kecil dan kurang kompetitif.
“Jasa Raharja punya asuransi, kemudian Pertamina punya Tugu Insurance, BRI dan BNI punya insurance, tapi tidak cukup size-nya, tidak kompetitif,” kata Dony, pada Rabu (18/6/2025).
Pada tahap pertama, lanjut dia, Danantara telah mengevaluasi fundamental bisnis terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah terkait. Lalu untuk tahap kedua, akan melakukan konsolidasi bisnis dengan melakukan merger terhadap perusahaan asuransi tersebut.
“Sehingga akan terjadi konsolidasi bisnis dari tadinya 888 perusahaan BUMN, kami harapkan nanti menjadi di bawah 200 perusahaan yang memang kokoh dan kuat,” ucap Dony.

