Siap-siap! Bank Mandiri (BMRI) Gelar RUPSLB 4 Agustus Mendatang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 Agustus 2025. RUPSLB akan berlangsung pada 14.00 WIB bertempat di Menara Mandiri I, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 54-55, Jakarta.
Melalui keterbukaan informasi BEI, Senin (30/6/2025) Corporate Secretary Bank Mandiri M Ashidiq Iswara menyatakan, manajemen Bank Mandiri menyampaikan bahwa pemanggilan resmi RUPSLB akan dilakukan pada 13 Juli 2025, melalui situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan situs resmi Perseroan.
Pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara dalam rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 11 Juli 2025 hingga pukul 16.00 WIB, serta pemilik saham yang tercatat di sistem penitipan kolektif KSEI.
Baca Juga
Lewat Mandiri Looping for Life, Bank Mandiri Akselerasi Gerakan Hijau di Mandiri Jogja Marathon 2025
Perseroan juga membuka ruang bagi pemegang saham yang memiliki setidaknya 1/20 bagian saham dengan hak suara atau pemegang saham Seri A Dwiwarna untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan tersebut harus diterima Direksi paling lambat pada 6 Juli 2025.
Rapat akan diselenggarakan secara fisik dan elektronik melalui platform Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI), sesuai dengan POJK Nomor 15 dan 16 Tahun 2020. Perseroan menghimbau pemegang saham untuk memberikan suara secara daring atau melalui kuasa, baik lewat eASY.KSEI maupun kuasa konvensional yang formulirnya tersedia di situs resmi Bank Mandiri.
Baca Juga
Bank Mandiri Proyeksikan Surplus Neraca Perdagangan Mei 2025 Capai US$ 2,91 Miliar
Fasilitas e-Proxy akan tersedia sejak tanggal pemanggilan hingga satu hari kerja sebelum pelaksanaan RUPSLB, yakni pada 1 Agustus 2025.
"Pelaksanaan RUPSLB ini merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan mengajak seluruh pemegang saham untuk berpartisipasi aktif," tulis manajemen.
Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

