Asbanda: BPD Perlu Fokus pada 4 Agenda Utama agar Tangguh di Tengah Berbagai Tantangan
JAKARTA, investortrust.id- Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) menyatakan bahwa bank pembangunan daerah (BPD) sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah telah menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan, mulai dari gejolak suku bunga, fluktuasi nilai tukar, disrupsi teknologi, hingga perubahan preferensi masyarakat ke layanan digital.
Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo mengungkapkan, bank pembangunan daerah seluruh Indonesia mencatatkan kinerja yang menggembirakan hingga akhir Desember 2024. Menurut Agus, total aset bank pembangunan daerah mencapai Rp 1.021 triliun.
"Ini kalau merger semua ya kira-kira segini asetnya, kalau mau merger semua. Pertumbuhannya 3,7% secara year-on-year," ujar Agus dalam acara Investortrust Best Bank 2025 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Agus menjelaskan, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 752,68 triliun atau naik 3,08%. Kemudian, penyaluran kredit mencapai Rp 658 triliun, naik 6,49% yoy.
Namun demikian, Agus membeberkan bahwa capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Di tengah semakin ketatnya kompetisi dari bank nasional, digital bank dan fintech, bank pembangunan daerah harus bertransformasi menjadi bank yang relevan.
Untuk itu, ke depan, kata Agus, bank pembangunan daerah perlu fokus pada empat agenda utama. Pertama adalah digital reinvention, yaitu mengakselerasi transformasi digital secara menyeluruh.
Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo (tengah) berfoto bersama Direktur Investortrust Sachin V. Gopalan (kiri) dan Chief Executive Officer Investortrust, Primus Dorimulu usai menerima "token of appreciation" pada acara Investortrust Best Bank 2025 di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
"Tidak hanya pada channel, tapi juga proses, sistem, dan budaya kerja. Tapi kalau kita ngomong transformasi digital, kita juga harus hati-hati. Karena salah satu tantangan dari bank daerah ini juga masalah teknologi.
Kita dengar sekarang, kita juga ada isu cyber, cyber attack. Ini kayak antrian aja nih, habis bank ini, bank ini. Jadi kita harus hati-hati di dalam hal ini dan terutama bank daerah," jelas Agus.
Kedua, penguatan ekosistem daerah menjadi lokomotif pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembiayaan pembangunan daerah dan inklusi keuangan berbasis potensi lokal. Pasalnya, kebanyakan bank pembangunan daerah fokusnya itu masih di kredit konsumsi.
"Jadi pengembangan untuk atau peran untuk menjadi lokomotif pertumbuhan UMKM ini yang perlu didorong untuk ditingkatkan," ucap Agus.
Ketiga, kolaborasi dan konsolidasi, yakni memperkuat sinergi antar bank pembangunan daerah, memperkuat daya saing kolektif. Keempat, good governance and rich culture, yaitu menanamkan budaya resiko, kepatuhan, dan akuntabilitas sebagai fondasi keberlanjutan.
Di sisi lain, dalam kesempatan ini pun Agus mengucapkan selamat dan mengapresiasi kepada seluruh bank penerima penghargaan dalam ajang Investortrust Best Bank 2025, khususnya rekan-rekan bank pembangunan daerah. Menurut Agus, penghargaan ini adalah pengingat bahwa kerja keras, inovasi dan komitmen terhadap pelayanan adalah kunci dalam membangun kepercayaan dan reputasi jangka panjang.
Akhir kata, sekali lagi terima kasih kepada Investortrust.id atas penghargaan dan inisiatifnya dalam membangun ekosistem perbankan yang sehat dan progresif.
Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk kita semua terus berkontribusi bagi perekonomian nasional yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan," pungkas Agus.
Chief Executive Officer (CEO) Investortrust, Primus Dorimulu menyampaikan pidato pembukaan pada acara Investortrust Best Bank 2025 di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa