Bank Artha Graha (INPC) Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 33,55% di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) membidik pertumbuhan laba bersih 33,55% (yoy) menjadi Rp 203 miliar pada 2025. Target ini akan diiringi dengan penambahan kucuran kredit yang ditargetkan naik 20,12% (yoy) menjadi Rp 12,73 triliun.
Sementara itu, hingga Maret 2025, perusahaan baru membukukan laba bersih Rp 19 miliar dengan penyaluran kredit sebanyak Rp 10,28 triliun.
Manajemen juga mencatatkan target kenaikan total modal sekitar 12,6% (yoy) menjadi Rp 4,46 triliun pada Desember 2025, yang baru mencapai Rp 3,97 triliun di akhir kuartal pertama.
Seiring dengan target-target tersebut, perseroan berharap total aset tahun ini dapat menyentuh nilai Rp 32,13 triliun, dari Rp 30,12 triliun pada 2024.
Dikutip dari bahan paparan publik Bank Artha Graha Internasional yang akan diselenggarakan pada 26 Juni 2025, manajemen juga menuliskan target kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 8,37% (yoy) menjadi Rp 25,89 triliun hingga akhir tahun. Jumlah ini ditargetkan berasal dari giro sebanyak Rp 7,7 triliun, tabungan Rp 2,5 triliun, deposito Rp 15,68 triliun.
Baca Juga
Sebagai rasio yang mengukur dana pihak ketiga yang ditempatkan pada rekening giro dan tabungan, current account savings account (CASA) perusahaan ditargetkan mencapai 39,41%. Ini lebih tinggi dari realisasi 2024 di posisi 34,96% dan realisasi Maret 2025 yang sebesar 34,48%. Pasalnya, CASA yang tinggi dapat menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap bank.
Sedangkan tingkat kredit macet atau non-performing loan (NPL) gross Artha Graha tahun ini dibidik turun dari 2,4% pada 2024 menjadi 2,14% tahun ini. Namun NPL gross perusahaan bank ini tengah menyentuh level 4,63% pada realisasi Maret 2025.
Di sisi lain, NPL nett Bank Artha Graha juga diharap turun dari 0,77% tahun lalu menjadi 0,68% pada akhir 2025, yang realisasinya hingga Maret 2025 masih menunjukkan angka 2,74%.
Sebagai bantalan menutupi risiko kerugian, manajemen meyakini rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Artha Graha juga akan naik menjadi 31,7% dari 26,35% pada 2024. Sedangkan hingga Maret 225, realisasi CAR bank ini baru mencatatkan angka 25,34%.
Guna menjaga efisiensi operasional perseroan, manajemen menginginkan beban operasional pendapatan operasional (BOPO) dapat berada pada level 90,61%. Tingkat ini, lebih tinggi dari capaian BOPO 2024 yang sebesar 90,32%. Namun hingga Maret 2025, BOPO Bank Artha Graha masih di level 95,51%.

