Allianz Sebut Permintaan Asuransi Global Meningkat, Pasar Indonesia Tumbuh Stabil
JAKARTA, investortrust.id - Allianz Research merilis laporan tahunan Global Insurance Report 2025 yang menunjukkan peningkatan bisnis asuransi secara global. Di mana, total premi secara global di tahun lalu meningkat 8,6% menjadi EUR 7 triliun.
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya proteksi kesehatan dan finansial, terutama di tengah berbagai dinamika termasuk tantangan geopolitik dan ekonomi dunia.
Di Indonesia, pasar asuransi tumbuh stabil 4,6% di tahun lalu, dengan total premi mencapai EUR 18,1 miliar. Pemulihan yang kuat terjadi pada sektor asuransi jiwa yang naik 3,4%, setelah dua tahun mengalami penurunan.
“Di tengah ketidakpastian global dan tantangan ekonomi, industri asuransi Indonesia menunjukkan resiliensi yang menjanjikan,” ujar Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz, dalam keterangan pers, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
ISPA Jadi Penyakit dengan Klaim Tertinggi, Allianz Indonesia Bagikan Tips Penanganannya
Menurutnya, kinerja positif juga tercermin dari pertumbuhan premi sebesar 9% yang dicatatkan tiga entitas bisnis Allianz Indonesia. Hal ini mencerminkan kepercayaan nasabah, serta relevansi solusi perlindungan yang ditawarkan.
Alexander optimistis permintaan terhadap perlindungan akan terus tumbuh dalam beberapa waktu ke depan. Secara global, premi asuransi diperkirakan tumbuh rata-rata 5,3% per tahun hingga 2035, sementara di Indonesia diproyeksikan lebih tinggi lagi yaitu 6,4%.
“Dengan strategi yang adaptif, pengelolaan risiko yang disiplin, serta komitmen pada inovasi dan kebutuhan nasabah, kami optimis industri asuransi akan terus bertumbuh secara berkelanjutan dan inklusif di Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Naik 10%, Allianz Life Cetak Pendapatan Premi Jumbo Sebesar Rp 16,5Triliun di 2024
Khusus lini asuransi kesehatan di Indonesia, Allianz memperkirakan segmen ini akan mencatatkan pertumbuhan premi hingga 10,8%, karena masih rendahnya penetrasi dan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan pribadi.
Sementara untuk bisnis asuransi umum (property and casualty insurance/P&C), Allianz memperkirakan pertumbuhan premi di Indonesia mencapai 7,5%. Lalu untuk industri asuransi jiwa, pendapatan premi diprediksi akan tumbuh 4,7% dalam 10 tahun ke depan.

