DBS Indonesia Sebut Obligasi Makin Diminati di Tengah Kondisi Tak Pasti
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian seperti saat ini, PT Bank DBS Indonesia menyatakan bahwa minat masyarakat terhadap produk investasi berisiko rendah seperti obligasi kian meningkat.
Head of Investment Product & Advisory DBS Indonesia Djoko Soelistyo, kondisi pasar saat ini memang penuh tantangan akibat dinamika geopolitik dan gejolak ekonomi global. Namun menurutnya, situasi ini bukanlah hal yang benar-benar baru dalam sejarah ekonomi dunia.
“Memang kalau kita lihat kondisi sekarang situasi dihadapkan pada ketidakpastian tinggi. Banyak peristiwa seperti politik, perang dagang yang muncul. Tapi yang pasti kenyataannya kita selalu lewatin, berhasil, dan semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya dalam media group discussion ‘DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth’, di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga
Di situasi seperti sekarang, Djoko menekankan pentingnya strategi investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing orang. Ia juga mengungkapkan, produk-produk dengan imbal hasil stabil seperti deposito dan obligasi kini menjadi pilihan utama investor.
“Pilihan produk yang paling stabil itu deposito, lalu obligasi. Di mana produk obligasi saat ini termasuk salah satu produk yang sangat digemari kalau saya lihat dari trennya, dan kalau saya lihat juga investor pun mulai dari yang usia lanjut sampai yang paling muda pun kebanyakan mereka sudah masuk,” katanya.
Baca Juga
Cetak Rekor Gemilang di 2024! Aset DBS Bank Indonesia Melonjak 21% dan NPL Turun Signifikan
Meski begitu, Djoko menyatakan bahwa peluang di instrumen investasi yang berisiko seperti saham masih tetap terbuka, terutama di sektor-sektor seperti teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dinilai masih resilien. Namun ia menegaskan, penentuan produk tetap harus mengacu pada profil risiko dari pribadi masing-masing.
“Sebenarnya saham ini terutama di Asia lagi bagus, karena semenjak adanya perang tarif dan sebagainya sepertinya beberapa investasi mulai lari ke negara-negara di Asia. Tapi mungkin kalau profil risiko dari nasabah ini inginnya yang stabil, ya tidak mungkin juga saya tawarkan produk seperti itu (saham),” ucapnya.
Solusinya, lanjut Djoko, DBS Indonesia menawarkan produk-produk wealth management (layanan keuangan untuk nasabah tajir) yang berbasis obligasi atau semacamnya.

