Ditopang Produk Endowment, Bisnis Wealth Management DBS Indonesia dari Jalur Bancassurance Tumbuh Dua Digit
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management (layanan keuangan untuk nasabah tajir) dari jalur bancassurance (penjualan produk asuransi melalui perbankan) yang solid hingga saat ini. Ditopang oleh produk asuransi dwiguna (endowment), pertumbuhan tercatat mencapai dua digit.
“Kami juga mengalami pertumbuhan untuk produk asuransi dan double digit juga. Dan menariknya adalah produk-produk asuransi saat ini yang laku memang produk asuransi yang sifatnya juga memberikan regular income atau endowment misalnya,” ujar Head of Investment Product & Advisory DBS Indonesia Djoko Soelistyo, kepada Investortrust, usai acara media group discussion ‘DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth’, di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Selain produk endowment, lanjut Djoko, DBS Indonesia juga melihat tren positif pada produk asuransi lain seperti jenis legacy atau yang dapat diwariskan. Salah satu produk terbaru seperti Mi Prime, disebut mendapatkan respon pasar yang sangat baik sejak peluncurannya.
Baca Juga
Cetak Rekor Gemilang di 2024! Aset DBS Bank Indonesia Melonjak 21% dan NPL Turun Signifikan
“Bisa dibilang sukses lah, itu salah satu produk bancassurance yang sukses diluncurkan, dan positif. Itu menariknya. Jadi bisa dibilang, tahun ini paling tidak sampai year to date (ytd), investasi, asuransi, dan liability seperti deposito, kami sih semuanya mengalami pertumbuhan positif secara year on year (yoy),” katanya.
Meski tidak merinci angka pastinya, Djoko menyebut bahwa proporsi terbesar penjualan asuransi DBS Indonesia untuk produk wealth management masih didominasi oleh produk endowment dengan kontribusi sekitar 50%-60%. Selebihnya berasal dari produk legacy dan unit link.
Baca Juga
DBS Indonesia dan UOB Indonesia Kucurkan Pinjaman Rp6,7 Triliun, Terbesar bagi Pusat Data
Terkait tren produk bancassurance khususnya untuk segmen nasabah tajir, DBS Indonesia menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi semakin meningkat. Sehingga turut mendongkrak pertumbuhannya.
“Buat saya itu adalah hal yang sudah bagus sekali. Sekarang paling tidak orang itu lebih mau mendengarkan, mau menerima, bahkan membeli. Saya tidak terlalu memusingkan apakah harus endowment, legacy, ataupun yang lain. Yang penting proteksi tampaknya mulai meningkat, itu yang penting buat saya,” ucap Djoko.

