Kredit Tumbuh dan Laba Kian Moncer, BCA Masuk Nominasi Investortrust Best Bank
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2024. Laba bersih perseroan meningkat 14% menjadi Rp 54,7 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 47,98 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang signifikan serta efisiensi operasional yang semakin baik.
Dilansir dari laporan keuangan 2024 BCA dikutip Investortrust.id Senin (9/6/2025), Total penyaluran kredit BCA tumbuh 13,6% menjadi Rp 894,91 triliun, naik dari Rp 787,49 triliun pada tahun 2023. Seiring dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik tipis 2,5% menjadi Rp 1.108 triliun.
"Pertumbuhan kredit BCA diikuti terjaganya kualitas pembiayaan perseroan. Rasio loan at risk (LAR) BCA membaik mencapai 5,3% pada tahun 2024, dibandingkan 6,9% pada 2023," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja yang per 1 Juni 2025 diangkat menjadi komisaris utama perseroan.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) juga meningkat 9,2% dari Rp 70,45 triliun menjadi Rp 76,96 triliun. Laba operasional mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi sebesar 14,3%, dari Rp 59,36 triliun pada 2023 menjadi Rp 67,87 triliun di 2024.
Baca Juga
Mengenal I Ketut Alam Wangsawijaya, Sekretaris Perusahaan BCA yang Baru
Rasio profitabilitas dari bank swasta terbesar di Tanah Air tersebut juga mengalami peningkatan. Return on Assets (ROA) naik dari 4,46% menjadi 4,86%, sementara Net Interest Margin (NIM) membaik dari 5,54% menjadi 5,83%. Di sisi efisiensi, rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) turun dari 43,76% menjadi 41,67%.
Kinerja positif ini tetap diiringi dengan manajemen risiko yang kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 29,36%, jauh di atas ketentuan minimum. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL gross) turun menjadi 1,78% dari sebelumnya 1,86%.
Loan to Deposit Ratio (LDR) juga menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 89,39% dari 70,2% pada tahun sebelumnya, mencerminkan langkah ekspansi kredit yang lebih agresif namun tetap terukur.
Dengan capaian tersebut, BCA mempertahankan posisinya sebagai bank kategori Buku IV dengan aset mencapai Rp 1.406 triliun pada 2024, naik 2,6% dari Rp 1.370 triliun di tahun sebelumnya.
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menjadi salah satu nominator Besk Bank untuk kategori Bank Umum - KBMI IV (Modal inti lebih dari Rp 70 triliun) pada ajang Investortrust Bank Award 2025 di Hotel Sultan Jakarta, 25 Juni 2025 mendatang.
Baca Juga
Kredit Melonjak 12,6% ke Rp 941 Triliun, Laba BCA di Kuartal I Tumbuh 9,8% Tembus Rp 14,1 Triliun
Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera Haryn mengungkapkan, perseroan tetap mengambil langkah yang pruden dalam menghadapi dinamika makroekonomi saat ini.
"Kami melihat kinerja industri perbankan akan sejalan dengan kondisi perekonomian. Tren pertumbuhan kredit masih terjaga hingga saat ini," ujar Hera kepada investortrust.id, Selasa (13/5/2025).
Hera menjelaskan, BCA terus mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, dalam rangka mendukung perekonomian nasional. Hingga Desember 2024, BCA telah menyalurkan kredit ke sektor manufaktur sebesar Rp 199,3 triliun per Desember 2024, tumbuh 8,0% year on year (yoy). Adapun kredit manufaktur BCA per Maret 2025 mencapai Rp 208,1 triliun, tumbuh 14,8% yoy.
"Ditopang oleh likuiditas yang memadai serta prospek perekonomian Indonesia yang positif, kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan," ungkap Hera.
Lebih lanjut, Hera menyebut, BCA optimistis terhadap potensi pertumbuhan kredit di semua sektor dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Secara bersamaan, kata Hera, BCA terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan berdasarkan aktivitas usaha debitur. "Dan terus mengawasi penggunaan kredit yang diberikan," ucap Hera.
Data ini juga menunjukkan konsistensi BCA dalam menjaga kinerja yang berkualitas, didukung oleh manajemen risiko yang pruden dan strategi ekspansi yang terukur. Kinerja yang positif ini membuat bank tersebut masuk dalam nominasi Best Bank 2025 untuk kategori Bank Umum KBMI IV.
Ajang penghargaan Best Bank 2025 tersebut diselenggarakan oleh Investortrust.id sebagai bentuk apresiasi kepada bank yang memiliki kinerja luar biasa. Penghargaan ini merupakan bagian dari komitmen Investortrust.id untuk mendorong peningkatan standar kinerja sektor perbankan serta memperkuat peran strategis bank dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
BCA didirikan pada tahun 1957 sebagai bank swasta yang fokus pada bisnis komersial. Seiring waktu, BCA berkembang pesat dan menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

